Periskop.id - Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengumumkan penangguhan komitmen Teheran terhadap memorandum perdamaian dengan Amerika Serikat, Sabtu. Ia menyebut AS lebih dulu mengingkari sejumlah kesepakatan yang telah disetujui kedua negara.
Gharibabadi menuturkan, langkah tersebut diambil setelah AS dinilai menghentikan seluruh komitmennya dalam kerangka Memorandum Islamabad.
"AS telah melanggar dan menghentikan semua komitmennya dalam kerangka Memorandum Islamabad," kata Gharibabadi dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita Fars, Sabtu.
Iran, menurutnya, untuk sementara tidak akan menjalankan kewajiban yang tertuang dalam memorandum tersebut. Fokus pemerintah Teheran saat ini disebut tertuju pada upaya mempertahankan negara dari ancaman yang ada.
Keputusan Iran ini muncul di tengah ketegangan yang terus memanas di kawasan Timur Tengah. Kantor berita Anadolu melaporkan, AS dan Iran belum juga menghentikan aksi saling serang satu sama lain.
Eskalasi militer antara kedua negara nyatanya tetap berlangsung, kendati memorandum perdamaian sudah diteken sejak Juni lalu.
Kesepakatan itu diteken melalui mediasi Pakistan. Tujuannya untuk mengakhiri perang sekaligus mencapai kesepakatan damai permanen yang berkelanjutan antara kedua negara.
Namun realitas di lapangan berjalan berbeda dari isi memorandum tersebut. Bentrokan dan serangan antara AS dan Iran disebut tak kunjung berhenti sejak kesepakatan itu ditandatangani.
Situasi ini pada akhirnya mendorong Teheran mengambil sikap tegas dengan menangguhkan kewajibannya sendiri. Gharibabadi menegaskan, keputusan tersebut bukan tanpa alasan.
"Dengan demikian, kami juga telah menangguhkan komitmen kami. Kami tidak akan melaksanakannya karena kami sibuk mempertahankan negara ini," kata Gharibabadi.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar