Periskop.id - Presiden RI Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan 13 pimpinan perusahaan superbesar Jepang di Tokyo, Selasa (31/3). Aksi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama investasi strategis.

Dikutip dari akun Instagram Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet), upaya memperkuat kerja sama investasi tersebut, khususnya dalam hal mendorong hilirisasi industri sebagai prioritas nasional, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

"Hadir dalam pertemuan itu, di antaranya sejumlah pimpinan perusahaan besar Jepang, seperti Toyota Motor Corporation, Mitsubishi Corporation, hingga Panasonic Group, serta beberapa perusahaan strategis lainnya dari berbagai sektor industri," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya seperti dilansir Antara. 

Seskab menyampaikan, Presiden Prabowo mendorong para investor Jepang untuk semakin aktif memperluas investasi di Indonesia, khususnya pada sektor hilirisasi. Hal ini guna meningkatkan nilai tambah serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh hambatan investasi dapat diselesaikan secara cepat dan responsive. Jaminan ini diberikan guna memberikan kepastian berusaha dan memperkuat kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan.

Adapun 13 pimpinan perusahaan Jepang yang hadir dalam pertemuan tersebut, yakni:

1. Takayuki Ueda, Presiden dan CEO INPEX, perusahaan energi dan minyak & gas.

2. Nobumitsu Hayashi, Governor of Japan Bank for International Cooperation (JBIC), lembaga pembiayaan internasional milik pemerintah Jepang.

3. Yoshinobu Tsutsui, Chairman of Keidanren, federasi bisnis terbesar Jepang.

4. Masayuki Omoto, Presiden dan CEO Marubeni Corporation, perusahaan perdagangan umum.

5. Kenichi Hori, Presiden dan CEO Mitsui & Co. Ltd., perusahaan perdagangan dan investasi global.

6. Kosuke Uemura, Presiden dan CEO Sojitz Corporation, perusahaan perdagangan dan investasi.

7. Shingo Ueno, Presiden dan CEO Sumitomo Corporation, perusahaan perdagangan dan investasi global.

8. Christophe Weber, CEO Takeda Pharmaceutical Company, perusahaan farmasi global.

9. Shinichi Sasayama, Presiden dan CEO Tokyo Gas Co. Ltd., perusahaan energi dan gas.

10. Kenta Kon, Presiden dan CEO Toyota Motor Corporation, perusahaan otomotif global

11. Katsuya Nakanishi, Presiden dan CEO Mitsubishi Corporation, perusahaan perdagangan dan investasi global.

12. Yuki Kusumi, President dan Group CEO Panasonic Group, perusahaan elektronik dan teknologi.

13. Keita Ishii, Presiden dan COO Itochu Corporation, perusahaan perdagangan dan investasi global.

Komitmen Kuat
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi menyampaikan komitmen kuat untuk memperdalam hubungan bilateral Indonesia dan Jepang. Komitmen ini diungkapkan dalam pernyataan pers bersama usai pertemuan bilateral yang digelar di Istana Akasaka, Tokyo, Jepang, Selasa.

Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan pembahasan kedua negara mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari ekonomi, energi hingga keamanan. Ia menyebut seluruh kerja sama menunjukkan arah yang semakin positif bagi masa depan kemitraan kedua negara.

"Kami, Indonesia akan bekerja keras untuk mempercepat ratifikasi dan implementasi dari protokol amandemen Indonesia-Jepang Economic Partnership Agreement. Saya berharap dalam waktu cepat ini bisa kita selesaikan," ujar Prabowo dalam keterangan resmi Sekretariat Presiden di Jakarta, Selasa.

Selain itu, Prabowo membuka peluang luas bagi partisipasi Jepang dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Termasuk dalam pengembangan mineral kritis dan tanah jarang (rare earth) serta industrialisasi melalui program hilirisasi.

Indonesia juga mendorong kerja sama dalam pengembangan energi terbarukan dan energi nuklir sebagai bagian dari transisi energi ke depan.

"Kami juga terus mengajak dan membuka diri untuk partisipasi Jepang dalam ekonomi Indonesia juga kerja sama kemitraan di bidang mineral kritis dan rare earth juga kami mengundang Jepang partisipasi dalam industrialisasi Indonesia dengan hilirisasi," kata Prabowo.

Dalam konteks kerja sama regional, Prabowo turut menyinggung pentingnya penguatan inisiatif Asia Zero Emission Community, dengan melibatkan perusahaan-perusahaan Jepang yang telah beroperasi di Indonesia.

Lebih lanjut, Prabowo juga menyambut baik investasi perusahaan Jepang, Inpex Corporation, dalam proyek gas abadi Blok Masela. Presiden Prabowo mengharapkan proyek tersebut dapat segera terealisasi setelah mengalami penundaan cukup panjang.

"Kami juga mengundang Jepang untuk ikut bersama-sama dalam kooperasi, kolaborasi di semua bidang termasuk yang tadi saya sampaikan pendidikan, pariwisata, dan people-to-people program," ucap Prabowo.

Pertemuan itu mengirimkan pesan kuat bahwa Indonesia dan Jepang tidak hanya memperkuat kemitraan, tetapi tengah membangun strategi yang berorientasi masa depan. Juga fokus pada pertumbuhan berkelanjutan, transformasi industri, dan stabilitas kawasan.

Dengan arah yang semakin jelas dan langkah yang semakin cepat, hubungan Indonesia-Jepang kini memasuki fase baru yang lebih dalam, lebih konkret, dan lebih menentukan bagi masa depan kawasan Indo-Pasifik.