periskop.id - Indonesia membutuhkan investasi senilai Rp13.032,8 triliun selama periode 2025-2029 untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029. Kebutuhan itu dipaparkan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani di hadapan Komisi XI DPR.
Rosan menguraikan, angka tersebut merupakan konsekuensi langsung dari target yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto. Untuk mewujudkan laju pertumbuhan 8% dalam waktu lima tahun, arus modal masuk ke Indonesia harus dijaga jauh di atas rata-rata historis.
"Ini adalah target yang diberikan, sehingga dana yang diperlukan pada tahun 2025-2029 adalah Rp13.032,8 triliun. Ini peningkatan kurang lebih 43 persen dari realisasi selama 10 tahun terakhir, memang peningkatannya cukup signifikan," kata Rosan dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR di Jakarta, Senin (15/6).
Angka tersebut terpaut jauh dari capaian satu dekade sebelumnya. Sepanjang 2014-2024, total investasi yang berhasil dihimpun Indonesia tercatat Rp9.117,4 triliun.
Data yang dipaparkan Rosan juga menggambarkan korelasi antara realisasi investasi dan kecepatan pertumbuhan ekonomi. Pada 2024, ekonomi tumbuh 5,03% dengan investasi masuk sebesar Rp1.714,2 triliun; setahun berselang, pertumbuhan naik tipis ke 5,11% seiring investasi yang terkerek menjadi Rp1.931,2 triliun.
Rosan, yang juga menjabat Chief Executive Officer (CEO) Danantara, menegaskan strategi investasi ke depan tidak semata mengejar volume nominal. Ia menekankan pentingnya kualitas investasi agar dampaknya terasa nyata bagi perekonomian dan masyarakat luas.
"Strategi investasi kami tidak hanya semata-mata mengejar besaran nominal, tapi juga menargetkan bagaimana investasi yang masuk ini adalah investasi yang berkualitas," ucapnya.
Orientasi pada kualitas itu, menurut Rosan, sejalan dengan upaya pemerataan pertumbuhan. Investasi yang masuk diharapkan memberi kontribusi nyata bukan hanya bagi ekonomi nasional, tetapi juga bagi daerah-daerah di seluruh Indonesia.
"Di saat bersamaan, kita juga mengejar akselerasi implementasi serta kontribusi terhadap penguatan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional," pungkas Rosan.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar