Periskop.id — Tidur siang singkat pada waktu yang tepat dapat membantu memperbaiki suasana hati, meningkatkan fokus, mendukung daya ingat, dan membuat tubuh terasa lebih segar. Namun, manfaat itu paling optimal jika tidur siang dilakukan tidak terlalu lama dan tidak terlalu sore.
Publikasi Eating Well, Minggu (12/7) mengutip sejumlah ahli tidur yang menyarankan tidur siang selama 10 hingga 30 menit pada awal siang hari, terutama sekitar pukul 13.00 hingga 15.00. Rentang waktu itu dinilai selaras dengan ritme sirkadian alami tubuh, ketika sebagian orang mulai mengalami penurunan energi setelah beraktivitas sejak pagi.
"Jika saya harus memilih satu waktu ideal, saya akan menyarankan awal siang hari," kata ahli gizi Danielle Smiley.
Tidur siang pada rentang waktu tersebut dapat memberi kesempatan tubuh untuk mengisi ulang energi tanpa terlalu mengganggu tidur malam. Jika tidur siang dilakukan terlalu sore atau terlalu lama, dorongan tidur pada malam hari bisa berkurang dan berpotensi membuat seseorang lebih sulit tidur. Sleep Foundation juga menyarankan tidur siang dibatasi sekitar 20 sampai 30 menit dan menghindari tidur siang terlalu larut, bila mulai mengganggu kualitas tidur malam.
Tombol Jeda Buat Otak
Secara sederhana, tidur siang singkat bekerja seperti tombol jeda bagi otak. Saat seseorang terjaga terlalu lama, tekanan tidur meningkat dan membuat tubuh terasa mengantuk, sulit fokus, serta lebih mudah lelah. Tidur siang singkat dapat menurunkan tekanan tersebut sehingga seseorang bangun dengan kondisi lebih waspada dan segar secara mental.
Manfaat ini juga didukung temuan ilmiah. Kajian yang dipublikasikan di Progress in Brain Research menyebut tidur siang dapat mengurangi kantuk dan meningkatkan performa kognitif. Tidur siang singkat sekitar 5 sampai 15 menit memberi manfaat yang relatif cepat, sementara tidur siang lebih dari 30 menit bisa memberi manfaat lebih panjang tetapi juga berisiko menimbulkan rasa pening atau lesu setelah bangun karena sleep inertia.
Selain membantu kewaspadaan, tidur juga berperan dalam pembelajaran dan memori. Saat tidur, otak tidak benar-benar “mati”, melainkan tetap bekerja memperkuat koneksi saraf yang mendukung penyimpanan informasi. Penelitian tentang tidur siang dan memori menemukan bahwa tidur siang dapat membantu konsolidasi informasi yang baru dipelajari, sehingga mendukung daya ingat setelah seseorang kembali beraktivitas.
Tidur siang juga bisa membantu pemulihan fisik. Saat tubuh tidur, energi dialihkan untuk memperbaiki jaringan, memulihkan cadangan energi, dan mendukung proses hormonal yang berkaitan dengan perbaikan otot. Karena itu, tidur siang dapat terasa membantu bagi orang yang sedang kelelahan, kurang tidur, atau menjalani aktivitas padat.
Bukan Pengganti Tidur Malam
Namun, para ahli mengingatkan, tidur siang bukan pengganti tidur malam. Tidur malam tetap menjadi fondasi utama kesehatan, suasana hati, daya tahan tubuh, konsentrasi, dan produktivitas jangka panjang. Tidur siang sebaiknya dipakai sebagai bantuan tambahan, bukan alasan untuk mengabaikan tidur malam yang cukup.
Agar manfaatnya optimal, tidur siang sebaiknya dilakukan dengan durasi pendek, memakai alarm, dan dilakukan di tempat yang tenang. Hindari tidur dalam keadaan terlalu lapar atau terlalu kenyang karena keduanya bisa membuat tidur tidak nyaman. Smiley juga menyarankan kebiasaan harian yang mendukung kualitas tidur, seperti jadwal tidur konsisten, olahraga teratur, membatasi kafein, menjalani rutinitas menenangkan sebelum tidur, dan memenuhi kebutuhan nutrisi dari makanan bergizi seimbang.
Dengan kata lain, tidur siang bisa menjadi strategi sederhana untuk mengembalikan energi di tengah hari. Kuncinya bukan tidur selama mungkin, tetapi tidur cukup singkat, pada waktu yang tepat, dan tetap menjaga kualitas tidur malam.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar