Periskop.id - Dunia kerja modern saat ini diisi oleh perpaduan berbagai generasi yang bekerja dalam satu lingkungan yang sama. Setiap generasi membawa karakteristik, motivasi, serta gaya komunikasi unik yang dibentuk oleh peristiwa besar pada masa pertumbuhan mereka. 

Memahami perbedaan ini menjadi kunci penting bagi perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif. Menurut Purdue Global, terdapat lima kelompok generasi utama yang aktif di dunia kerja dengan keunikannya masing-masing.

Tradisionalis

Kelompok pertama adalah generasi Tradisionalis yang lahir pada rentang tahun 1925 hingga 1945. Mereka dikenal sebagai pribadi yang andal, jujur, penuh siasat atau taktis, serta memiliki loyalitas yang sangat tinggi. 

Karakter mereka dibentuk oleh peristiwa besar sejarah dunia seperti era Depresi Besar, Perang Dunia Kedua, serta kehadiran radio dan bioskop. Generasi ini sangat termotivasi oleh rasa hormat, pengakuan, dan keinginan untuk memberikan nilai jangka panjang bagi perusahaan.

Dalam berkomunikasi, kaum Tradisionalis lebih menyukai sentuhan personal dan catatan tulisan tangan dibandingkan dengan menggunakan surat elektronik atau email. Pandangan dunia mereka menjunjung tinggi kepatuhan di atas individualisme. 

Mereka percaya bahwa usia melambangkan senioritas dan jalur karier harus ditempuh dengan cara naik melalui hierarki struktur organisasi yang ada.

Baby Boomers

Selanjutnya adalah generasi Baby Boomers yang lahir pada 1946 hingga 1964. Mereka memiliki karakter yang optimistis, kompetitif, gila kerja, serta berorientasi pada kerja tim. 

Pembentukan karakter mereka dipengaruhi secara kuat oleh peristiwa perang setalah Perang Dunia II hingga gerakan hak-hak sipil. Kaum Baby Boomers termotivasi oleh loyalitas perusahaan, kerja sama tim, dan rasa tanggung jawab atau kewajiban.

Gaya komunikasi mereka berfokus pada apa pun yang dinilai paling efisien, termasuk melalui panggilan telepon dan tatap muka secara langsung. Mereka memandang bahwa pencapaian baru bisa diraih setelah seseorang berkorban dan membuktikan kelayakannya terlebih dahulu. 

Berdasarkan data statistik, sebanyak 10.000 warga Baby Boomers mencapai usia pensiun setiap harinya, namun terdapat 49% dari mereka yang tetap memilih bekerja melewati usia 70 tahun atau bahkan tidak berencana untuk pensiun sama sekali.

Gen X

Generasi X (Gen X) yang lahir pada 1965 hingga 1980 hadir dengan karakter yang fleksibel, informal, skeptis, dan mandiri. Masa muda mereka dibentuk oleh maraknya epidemi AIDS, runtuhnya Tembok Berlin, serta era ledakan teknologi atau dot-com boom

Berbeda dengan pendahulunya, mereka termotivasi oleh keberagaman, keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi, serta lebih mementingkan minat pribadi dan profesional mereka sendiri dibandingkan kepentingan korporasi.

Sama seperti Baby Boomers, dalam hal komunikasi mereka memilih metode apa saja yang paling efisien, seperti telepon dan tatap muka langsung. Pandangan dunia mereka sangat mendukung keberagaman. 

Mereka dikenal cepat untuk pindah kerja jika perusahaan gagal memenuhi kebutuhan mereka, namun mereka juga cenderung menolak perubahan di tempat kerja jika hal itu mulai mengganggu kehidupan pribadi mereka. 

Dalam dunia bisnis, sebanyak 55% pendiri perusahaan rintisan (startup) berasal dari Gen X yang merupakan persentase tertinggi saat ini, dan pada 2028 jumlah mereka diprediksi akan melebihi populasi Baby Boomers.

Milenial

Beralih ke Generasi Milenial yang lahir pada 1981 hingga 2000. Mereka memiliki sifat kompetitif, berpikiran terbuka terhadap isu sosial, serta berorientasi pada pencapaian. 

Karakteristik ini dibentuk oleh perkembangan jaringan internet. Motivasi kerja mereka didorong oleh pemberian tanggung jawab, kualitas dari manajer yang memimpin mereka, serta pengalaman kerja yang unik.

Gaya komunikasi kaum Milenial didominasi oleh penggunaan pesan instan, pesan teks, dan email. Mereka selalu mencari tantangan, pertumbuhan, pengembangan diri, lingkungan kerja yang menyenangkan, serta keseimbangan hidup. 

Mereka juga dikenal sangat mudah untuk meninggalkan organisasi jika mereka tidak menyukai perubahan yang terjadi di dalam perusahaan.

Secara statistik, sebanyak 75% dari total tenaga kerja global diprediksi akan didominasi oleh kaum Milenial pada 2025. 

Fakta menarik lainnya menunjukkan bahwa terdapat 18% pria Milenial berusia 25 hingga 34 tahun yang masih tinggal di rumah bersama orang tua mereka, sementara untuk wanita Milenial di rentang usia yang sama angkanya berada di posisi 12%.

Gen Z

Kelompok paling muda dalam bagan kerja saat ini adalah Generasi Z (Gen Z) yang lahir pada rentang tahun 2001 hingga 2020. Mereka adalah generasi global yang memiliki jiwa wirausaha, berpikir progresif, namun cenderung memiliki fokus yang lebih mudah terbagi. 

Kehidupan mereka dibentuk oleh realitas dunia setelah era krisis moneter 1998, krisis keuangan 2008, serta akses terhadap teknologi digital canggih sejak usia dini.

Aspek utama yang memotivasi Gen Z di tempat kerja adalah adanya keberagaman, personalisasi, individualitas, dan ruang untuk kreativitas. Karena tumbuh bersama teknologi, mereka berkomunikasi menggunakan media sosial, pesan teks, dan pesan instan. 

Dalam memandang dunia, mereka mengidentifikasi diri mereka sendiri sebagai pecandu perangkat digital yang sangat menghargai kemandirian serta individualitas. Mereka lebih memilih untuk bekerja di bawah arahan manajer dari kaum Milenial, serta senang bekerja berdampingan dengan rekan kerja yang inovatif dan memanfaatkan teknologi baru.

Bagi perusahaan yang ingin menggaet talenta muda ini, aspek pengembangan diri harus menjadi perhatian utama. Sebanyak 67% dari perwakilan Gen Z menyatakan bahwa mereka ingin bekerja di perusahaan yang memberikan ruang bagi mereka untuk mempelajari keterampilan baru demi memajukan karier. 

Selain itu, sebanyak 80% dari mereka memercayai bahwa pihak pemerintah dan pemberi kerja memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan subsidi, membayar biaya kuliah penuh, atau menyediakan program pelatihan langsung bagi para siswa.