periskop.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) semakin memudahkan transaksi digital bagi masyarakat Jakarta melalui fitur QRIS Tap In Tap Out (TITO) di super apps BRImo. Inovasi ini memungkinkan pembayaran non-tunai di layanan transportasi publik, seperti Transjakarta, berjalan lebih cepat, praktis, dan aman.

Direktur IT BRI Saladin D. Effendi menegaskan pengembangan QRIS Tap di BRImo sejalan dengan upaya BRI menghadirkan metode pembayaran digital yang praktis, aman, dan relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat urban.

"Pengguna transportasi publik kini tidak perlu membawa kartu fisik. Cukup menggunakan BRImo, transaksi bisa dilakukan dengan mendekatkan smartphone ke alat pembayaran, cepat dan nyaman,” ujar Saladin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (9/2).

Adapun QRIS TITO ini memanfaatkan teknologi Near Field Communication (NFC) sehingga pengguna cukup mendekatkan smartphone ke perangkat pembayaran tanpa perlu memindai kode QR.

Fitur ini mendukung sumber dana dari rekening maupun kartu kredit, dan kompatibel dengan transaksi lintas bank serta dompet digital yang mengikuti standar QRIS nasional.

Selain transaksi finansial, BRImo menghadirkan fitur lifestyle yang memudahkan aktivitas sehari-hari. Pengguna bisa membeli tiket perjalanan atau destinasi wisata lewat Aktivitas Seru, memesan Sewa Lapangan untuk olahraga, menikmati voucher lifestyle, streaming, gaming, hingga Belanja Harian dengan berbagai promo menarik.

Tidak berhenti disitu BRImo juga menyediakan layanan investasi emas melalui Buka Tabungan Emas, memungkinkan masyarakat mulai menabung emas dari Rp10.000. Fitur ini membuka peluang investasi yang mudah, aman, dan terjangkau bagi semua kalangan.

Dengan beragam fitur tersebut, BRI menunjukkan kesiapan menghadirkan solusi keuangan digital yang integratif dan mendukung mobilitas masyarakat.

"Ke depan, BRI berkomitmen terus berinovasi untuk menghadirkan layanan digital yang aman, relevan, dan mudah diakses, sejalan dengan kebutuhan masyarakat urban yang semakin mengandalkan transaksi digital," pungkas Saladin.