Periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal keputusan S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia. Ia menyebut keputusan itu jadi bukti kepercayaan lembaga pemeringkat terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah.

S&P Global Ratings mempertahankan sovereign credit rating Indonesia di level BBB/A-2 dengan outlook stabil. Purbaya menilai keputusan tersebut sekaligus mematahkan berbagai spekulasi yang berkembang sejak awal tahun soal potensi penurunan peringkat kredit Indonesia akibat kondisi fiskal dan pengelolaan anggaran negara.

"Dari awal tahun sampai sekarang kita selalu didera oleh berita negatif rating kita akan turun, anggaran kita dilakukan secara brutal dan lain-lain, sehingga ada kesan bahwa pengeringkat utang kita akan diturunkan, bukan outlooknya saja malah," kata Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR RI, Jakarta, Selasa (14/7).

Sebelum keputusan itu diumumkan, pemerintah bersama sejumlah anggota Komisi XI DPR RI rupanya sudah menemui investor dan S&P Global Ratings di Amerika Serikat pada April lalu. Pertemuan itu digelar untuk menjelaskan bahwa hubungan pemerintah dan DPR berjalan solid dalam merumuskan kebijakan ekonomi.

Purbaya menuturkan, delegasi yang berangkat saat itu terdiri dari sejumlah anggota DPR yang ikut menggambarkan kondisi Indonesia berbeda dari negara lain ke investor dan S&P.

"Jadi beberapa bulan lalu, bulan April ya ibu ya, kami dengan anggota DPR, Ibu Sari datang kesana, Pak Mis Bakun, Pak Heikal ketemu investor dan S&P dan menggambarkan bahwa di Indonesia tidak sama dengan negara lain. Kita parlemen DPR dengan pemerintah adalah satu kesatuan yang baik," ungkap Purbaya.

Sinergi antara parlemen dan pemerintah itu, menurut Purbaya, turut mengerek keyakinan investor dan lembaga pemeringkat terhadap prospek ekonomi Indonesia. Ia berharap keputusan S&P dapat menjadi momentum membangun sentimen positif di pasar keuangan, termasuk memperkuat kepercayaan investor terhadap rupiah dan perekonomian nasional.

"Jadi ke depan kami tetap minta didukung dalam hal kerjasama, agar pemerintah tetap bisa menjalankan anggarnya secara prudent, sesuai dengan undang-undang, dan tidak ada penyelewengan di sana sini," tutur Purbaya.

Ia turut meminta dukungan DPR agar pemerintah dapat terus menjalankan pengelolaan anggaran negara secara hati-hati, transparan, dan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Purbaya menutup pernyataannya dengan menyampaikan harapan agar Indonesia mampu keluar dari kecemasan menuju kondisi yang lebih baik, dengan syarat dukungan penuh dari parlemen tetap berjalan.

"Jadi Indonesia tidak Indonesia cemas, tapi Indonesia menuju ke Indonesia emas, tentunya dengan dukungan Komisi 11 dan seluruh anggota DPR RI, termasuk Banggar. Saya mohon dukungan dari anggota DPR untuk terus mendukung kami menjalankan tugas kami ke depan," tutup Purbaya.