iklan periskop
Nasional

BGN Sesuaikan Skema Distribusi MBG Berdasarkan Tantangan Wilayah

BGN menyesuaikan distribusi Makan Bergizi Gratis sesuai kondisi wilayah. Anak sekolah mendapat fresh food lima hari, sementara daerah 3T difokuskan pada pangan kering agar tetap be...

4 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang memberikan keterangan di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta, Jumat (26/9/2025). ANTARA FOTO/Galih Pradipta.
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan skema distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dilakukan secara seragam. Pihaknya menyesuaikan berdasarkan ketahanan pangan dan tantangan wilayah, termasuk daerah 3T.

Ia menjelaskan, untuk anak sekolah tetap berjalan seperti biasa, yakni dengan skema distribusi lima hari. Kebijakan ini dinilai efektif menjaga kualitas dan kesegaran bahan pangan yang digunakan dalam penyajian menu.

"Makanan fresh food dibagikan hanya lima hari untuk anak sekolah," ujar Nanik dalam keterangannya, Selasa (31/3).

Sementara itu, untuk kategori bahan berisiko seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B), penanganannya tetap mengacu pada mekanisme yang telah berlaku.

"Untuk 3B, mekanisme pendistribusiannya seperti biasa sampai hari Sabtu," lanjut Nanik.

Lebih lanjut, Nanik menjelaskan khusus untuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), pemerintah menerapkan pendekatan berbeda.

Di wilayah tersebut, distribusi makanan difokuskan pada bahan pangan kering yang tidak memerlukan pengolahan kompleks.

"Untuk wilayah 3T diberikan makanan kering, bukan makanan olahan. Contohnya seperti susu, buah, roti, dan bahan pangan lain yang lebih mudah disimpan serta didistribusikan," kata dia.

Kebijakan ini diambil sebagai bentuk adaptasi terhadap keterbatasan infrastruktur, akses distribusi, serta fasilitas penyimpanan di daerah 3T.

Artinya, diharapkan seluruh penerima manfaat tetap mendapatkan asupan gizi yang layak meskipun berada di wilayah dengan tantangan logistik.

Lebih jauh, pihaknya menegaskan seluruh skema distribusi ini tetap mengacu pada standar gizi nasional serta prinsip keamanan pangan, guna memastikan program MBG berjalan efektif dan tepat sasaran.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Makan Bergizi Gratis (MBG), Badan Gizi Nasional (BGN), dan Nanik S. Deyang dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.