Periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan penggunaan anggaran negara berjalan secara akuntabel dan tepat sasaran.

‎Purbaya menegaskan pemerintah tidak akan membelanjakan uang negara secara sembarangan. Untuk itu, Kementerian Keuangan bersama Badan Gizi Nasional (BGN) telah memperkuat mekanisme pengawasan terhadap pelaksanaan MBG di seluruh Indonesia.‎

‎"Tapi yang jelas akan ada efisiensi. Jadi jangan takut kita pemerintah membelanjakan uang secara sembarangan," kata Purbaya kepada media, Jakarta, dikutip Rabu (15/7).

‎Ia menjelaskan bahwa pihaknya akan menerjunkan tim untuk melakukan pemantauan langsung terhadap pelaksanaan program MBG di berbagai daerah. Hasil pengawasan tersebut akan menjadi dasar evaluasi terhadap satuan pelaksana program.

‎"Kita akan jalankan ya dari tim dari mana? Perbendaharaan. Perbendaharaan Indonesia akan mengecek seluruh BGN yang ada. Nanti kalau jelek kita lapor, kalau tutup kita perlu tutup. Jadi nggak akan tanpa monitoring seperti dulu lagi," jelasnya.

‎Namun demikian, Purbaya tidak merinci besaran anggaran yang akan diefisiensikan. Menurutnya hal tersebut merupakan kewenangan dari Badan Gizi Nasional.

‎"BGN-nya lagi bingung kali ya (efisiensi), lagi ngitung," jelasnya.

‎Sementara itu, terkait Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Purbaya menyatakan skema pendanaan program tersebut juga menerapkan prinsip kehati-hatian. Pemerintah hanya akan membayarkan kewajiban secara bertahap kepada koperasi yang telah lolos audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

‎"Tapi gini, untuk KDMP kan gini. ‎Saya bayar cicilannya setiap tahun kan. Untuk koperasi yang sudah diaudit oleh BPKP. Jadi untuk saya aman. ‎Nggak ada masalah. Kalau gagal audit ya udah nggak dibayar," tutup Purbaya.