periskop.id - Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago menilai pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan langkah wajar.
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil demi meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pemerintah.
"Pergantian ini wajar dilakukan agar kontrol dan peningkatan kualitas SPPG menjadi lebih baik, sehingga tujuan program MBG dapat tercapai," ujar Irma di Jakarta, Rabu (3/6).
Menurutnya, rotasi posisi tersebut membawa harapan baru bagi publik. Struktur baru ini diharapkan mampu memperkuat fungsi pengawasan internal.
Peningkatan kualitas pelaksanaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi target utama berikutnya. Melalui langkah tersebut, tujuan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diyakini bisa tercapai secara optimal.
Politikus Partai NasDem itu juga mengingatkan pentingnya konsentrasi penuh dalam implementasi program. BGN harus menjaga arah kebijakan agar tidak keluar dari jalur yang sudah direncanakan.
Sejak awal perencanaan, program MBG memiliki target spesifik. Kelompok sasaran utama mencakup anak sekolah, balita, dan ibu hamil.
"Saya sudah mengingatkan sejak awal agar fokus pada program MBG untuk anak sekolah, balita, dan ibu hamil. Tidak perlu melebar ke sasaran lain yang dapat mengurangi fokus pelaksanaan program," katanya.
Irma menegaskan, perluasan sasaran yang tidak perlu justru berpotensi mengaburkan esensi program. Fokus yang terpecah akan mengurangi kualitas eksekusi di lapangan.
Legislator dari daerah pemilihan Sumatra Selatan II ini menaruh harapan besar pada manajemen baru. BGN harus membawa perubahan positif yang signifikan dalam waktu dekat.
Implementasi program MBG di bawah komando baru wajib menunjukkan perbaikan konkret. Pemenuhan gizi masyarakat harus dipastikan berjalan sesuai instruksi kepala negara.
"Insya Allah ke depan harus lebih baik lagi, tetap fokus dan mampu mencapai target pemenuhan gizi sebagaimana yang telah ditetapkan Presiden," ujarnya.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar