periskop.id - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (Waka BGN) Trenggono resmi meninggalkan dinas militer sebelum masa tugasnya habis. Mantan perwira berpangkat mayor jenderal itu mengungkapkan alasan di balik keputusan pensiun dini tersebut.

Trenggono menyebut dirinya telah mengajukan pengunduran diri sejak namanya diumumkan sebagai Waka BGN. Keputusan itu ia ambil atas kemauan sendiri, tanpa tekanan dari pihak mana pun.

Advertisement

"Sudah. Semenjak diumumkan," kata Trenggono seraya melangkah masuk ke Istana Kepresidenan, Jakarta, menjelang pelantikannya sebagai Waka BGN, Senin (8/6).

Trenggono juga menepis anggapan bahwa pensiun dini itu merupakan instruksi Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan langkah tersebut murni inisiatif pribadinya.

"Jadi saya pensiun dini. Kesediaan saya," ujarnya.

Penunjukan Trenggono sebagai Waka BGN sebelumnya telah diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Permohonan pengunduran dirinya dari dinas militer kemudian disetujui oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Surat pengunduran diri itu tercatat diajukan pada Rabu (3/6).

"Pengunduran diri Mayjen Trenggono sudah disetujui," tutur Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Mayjen TNI Muhammad Nas, Senin (8/6).

Meski persetujuan telah dikantongi, proses administrasinya belum selesai sepenuhnya. Muhammad Nas memastikan seluruh prosedur kepegawaian tengah berjalan sebagaimana mestinya.

Sebelum ditunjuk ke posisi barunya, Trenggono menjabat sebagai Wakil Direktur Utama (Wadirut) PT Agrinas Pangan Nusantara. Kini, ia beralih peran ke ranah kebijakan gizi nasional lewat posisi Waka BGN.

"Administrasi kepegawaian berjalan sesuai mekanisme yang berlaku," pungkas Kapuspen TNI Mayjen Muhammad Nas.