Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan sejumlah kementerian dan lembaga untuk memperketat tata kelola niaga rokok elektronik atau vape di Indonesia. Ia bahkan tak ragu membuka opsi pelarangan total jika komoditas tersebut terus dijadikan pintu masuk narkotika jenis baru.
Instruksi tersebut disampaikan Prabowo lewat amanat yang dibacakan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional. Dalam amanatnya, Prabowo meminta Kepala BNN, Menteri Kesehatan, Menteri Perdagangan, Menteri Hukum, Kepala Badan POM, hingga Direktur Jenderal Bea Cukai duduk bersama merumuskan aturan niaga vape secara ketat.
"Hari ini saya instruksikan kepada Kepala BNN, Menteri Kesehatan, Menteri Perdagangan, Menteri Hukum, Kepala Badan POM, serta Direktur Jenderal Bea Cukai untuk segera duduk bersama dalam waktu singkat, rumuskan dan atur kembali secara ketat tata kelola niaga rokok elektronik di Indonesia," kata Prabowo dalam sambutan yang dibacakan Djamari Chaniago pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional di Lido, Bogor, Kamis (23/7).
Pengawasan diminta dilakukan secara berlapis, mulai dari jalur impor hingga distribusi vape di dalam negeri. Prabowo menekankan, kalau hasil kajian bersama nanti menunjukkan risiko vape lebih besar ketimbang manfaatnya, opsi pelarangan total harus segera diambil tanpa ragu.
"Lakukan pengawasan berlapis pada jalur impor dan distribusinya. Jika hasil kajian bersama menunjukkan komoditas ini lebih banyak risikonya dan terus dijadikan pintu masuk narkotika jenis baru, saya perintahkan untuk tidak ragu-ragu menerapkan pelarangan total vape di Indonesia," sebutnya.
Prabowo menegaskan, keselamatan masyarakat merupakan hukum tertinggi yang berlaku di Indonesia. Menurutnya, target pemberantasan narkoba mustahil tercapai tanpa kerja sama seluruh pemangku kepentingan.
"Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi di negara ini. Salus populi suprema lex esto. Bapak dan Ibu peserta seluruh hadirin yang saya hormati, keberhasilan penanggulangan narkotika ini tidak akan tercapai tanpa adanya sinergi seluruh pihak," ujarnya.
Prabowo turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat dalam upaya pemberantasan narkoba selama ini. Ia menyebut sinergi lintas sektor jadi kunci keberhasilan program pencegahan, rehabilitasi, sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Pihak yang disebut turut bergerak antara lain kementerian dan lembaga pusat, kepala daerah dari tingkat provinsi sampai kabupaten/kota, kalangan swasta, tokoh agama, tokoh adat, hingga seluruh lapisan masyarakat. Keterlibatan lintas elemen ini disampaikan Prabowo dalam amanat yang sama di peringatan Hari Anti Narkotika Internasional tersebut.
"Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pemangku kepentingan, baik kementerian dan lembaga di tingkat pusat, para kepala daerah di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, pihak swasta, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh lapisan masyarakat yang telah bergerak bersama dalam upaya pencegahan, rehabilitasi, dan pemberdayaan masyarakat," ujarnya.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar