periskop.id - PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) berhasil menutup tahun 2025 dengan pertumbuhan kinerja yang mengesankan, laba bersih melonjak hingga 38,44% menjadi Rp 574,39 miliar.
Selain itu, sepanjang 2025 perseroan berhasil mempertahankan produksi nikel relatif stabil di angka 2,92 juta ton, sedikit menurun dibandingkan 2,95 juta ton pada 2024. Meski begitu, penjualan Perseroan justru mengalami lonjakan signifikan sebesar 16,60%, mencapai 3,03 juta ton.
Direktur Central Omega Resources Feni Silviani Budiman menegaskan pencapaian ini merupakan hasil sinergi dari strategi penetrasi pasar yang agresif serta efisiensi operasional yang ketat.
"Strategi ini terbukti efektif dalam mengoptimalkan profitabilitas dan memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Kami berkomitmen untuk menjaga momentum pertumbuhan ini di tahun-tahun mendatang,” ujar Feni dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (17/3).
Hasil kinerja operasional yang kuat tercermin langsung pada laporan keuangan Perseroan. Pada 2025, total pendapatan Perseroan mencapai Rp 1,58 triliun, meningkat 7,87% dibandingkan 2024.
EBITDA Perseroan pun turut melonjak signifikan mencapai Rp 769,61 miliar atau tumbuh 37,07% secara year on year, yang menunjukkan efisiensi operasional serta profitabilitas inti yang kuat. Di sisi neraca, total aset Perseroan meningkat 21,58% menjadi Rp 3,09 triliun, sementara total ekuitas bertumbuh pesat 44,60% menjadi Rp 1,23 triliun, mencerminkan struktur keuangan yang semakin kokoh dan berdaya tahan tinggi.
Adapun, pertumbuhan paling mencolok terlihat pada lini bisnis batu kapur, di mana angka produksi meroket hingga 165,79% atau menyentuh angka 418.838 metrik ton. Lonjakan produksi ini juga diimbangi dengan serapan pasar yang kuat melalui pertumbuhan volume penjualan sebesar 73,96%.
Sementara itu, pada sektor bijih nikel perusahaan menunjukkan strategi optimalisasi stok yang efektif meski angka produksi mengalami koreksi tipis di yakni 0,78%. Namun demikian, volume penjualan justru berhasil tumbuh meyakinkan sebesar 16,60% hingga melampaui angka 3 juta metrik ton.
Total aset perusahaan kini telah menembus angka 3,08 triliun Rupiah, atau tumbuh sebesar 21,58% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh likuiditas yang semakin sehat, di mana posisi kas dan setara kas melonjak hampir 40% menjadi 723,9 miliar rupiah.
Tinggalkan Komentar
Komentar