periskop.id - PT Petrosea Tbk (PTRO) telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 9 April 2026. Rapat ini menghasilkan sejumlah keputusan strategis terkait kinerja dan arah bisnis Perseroan.
Salah satu sorotan utama dalam RUPST tersebut adalah keputusan terkait penggunaan laba bersih. Perseroan memastikan tidak ada pembagian dividen kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025.
“Seluruh laba bersih tahun buku 2025 ditetapkan sebagai laba ditahan. Kebijakan ini diambil untuk memperkuat struktur permodalan serta mendukung ekspansi usaha ke depan,” mengutip hasil RUPS dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/4).
Dari sisi manajemen, RUPST juga tidak mencatat adanya perubahan signifikan. Pemegang saham menyetujui pengangkatan kembali seluruh jajaran Direksi dan Dewan Komisaris. Dengan keputusan tersebut, Osman Sitorus tetap menjabat sebagai Presiden Komisaris. Sementara itu, posisi Presiden Direktur tetap dipegang oleh Michael hingga periode jabatan berikutnya.
Susunan Manajemen Petrosea
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
- Presiden Komisaris merangkap Komisaris Independen: Osman Sitorus
- Komisaris: Erwin Ciputra
- Komisaris: Djauhar Maulidi, S.E., M.B.A.
- Komisaris: Prof. Ginandjar Kartasasmita
- Komisaris: Jenderal Pol (Purn.) Drs. Sutanto
- Komisaris Independen: Dr. Setia Untung Arimuladi, S.H., M. Hum.
Direksi:
- Presiden Direktur: Michael
- Direktur: Kartika Hendrawan
- Direktur: Ruddy Santoso
- Direktur: Meinar Kusumastuti
- Direktur: Iman Darus Hikhman
PT Petrosea Tbk merupakan perusahaan multi-disiplin dengan rekam jejak selama lebih dari lima dekade yang menyediakan layanan terpadu melalui lini bisnis Jasa Pertambangan, EPC, EPCI Migas Lepas Pantai, serta Jasa Logistik & Pendukung. Pada tahun buku 2025, Petrosea menjadikan diversifikasi usaha sebagai pilar strategis dalam memperkuat ketahanan dan keberlanjutan kinerja.
Melalui langkah ini, Perusahaan tidak hanya memperluas sumber pendapatan, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada satu segmen usaha. Strategi tersebut sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis baru, memperluas jangkauan pasar ke kawasan regional, serta meningkatkan daya saing Perusahaan di tengah dinamika industri yang semakin kompleks.
Presiden Direktur PT Petrosea Tbk Michael mengatakan, capaian ini mencerminkan efektivitas strategi yang dijalankan Petrosea dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat fundamental kinerja di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.
“Selain itu, momentum ini juga menjadi landasan penting bagi Perusahaan untuk terus menjaga kesinambungan pertumbuhan ke depan, didukung oleh arah strategi jangka panjang yang berfokus pada penciptaan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Michael.
Dari sisi kinerja keuangan, Perusahaan mencatatkan total pendapatan sebesar US$886,46 juta, meningkat 28,32% dibandingkan US$690,81 juta pada tahun sebelumnya. Laba bersih tercatat sebesar US$35,01 juta, meningkat 251,75% dibandingkan US$9,95 juta pada tahun sebelumnya. Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar US$28,81 juta, meningkat 197,02% dari US$9,70 juta pada tahun 2024.
“Petrosea menyelesaikan akuisisi Hafar, HBS, dan Scan-Bilt sebagai wujud implementasi dari strategi diversifikasi untuk memperkuat ketahanan dan keberlanjutan kinerja. Dengan selesainya akuisisi Hafar, Perusahaan membentuk lini bisnis baru, yaitu EPCI Migas Lepas Pantai sebagai fondasi awal bagi pengembangan portofolio usaha ke sektor migas lepas pantai,” ujar Direktur PT Petrosea Tbk Kartika Hendrawan.
Tinggalkan Komentar
Komentar