Periskop.id  — Prancis menjadi tim pertama yang memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Maroko 2-0 pada laga perempat final di Stadion Boston, Amerika Serikat, Jumat (10/7) WIB. Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele menjadi pembeda lewat dua gol cepat pada babak kedua yang menghentikan perlawanan Singa Atlas.

Kemenangan ini membuat Les Bleus menjaga konsistensi mereka di panggung terbesar sepak bola dunia. Prancis kini menunggu pemenang duel Spanyol melawan Belgia untuk memperebutkan tiket ke final. Hasil ini juga membawa Prancis mencatat semifinal Piala Dunia ketiga secara beruntun sejak 2018.

Laga berlangsung tidak mudah bagi Prancis. Sejak awal, tim asuhan Didier Deschamps langsung menekan pertahanan Maroko. Mbappe sudah mengancam pada menit ketiga lewat tembakan keras, tetapi Yassine Bounou masih mampu menggagalkannya. Kiper Maroko itu kembali menjadi penyelamat ketika menepis sundulan Dayot Upamecano dari situasi sepak pojok.

Peluang terbesar Prancis pada babak pertama datang dari titik penalti. Mbappe dijatuhkan Noussair Mazraoui di kotak terlarang pada menit ke-25 dan maju sebagai eksekutor. Namun, tendangan sang kapten ke sisi kiri bawah gawang terlalu lemah sehingga bisa diamankan Bounou.

Kegagalan penalti itu sempat membuat Maroko bertahan lebih percaya diri. Bounou tampil solid dengan kembali menggagalkan peluang Desire Doue, sementara upaya Lucas Digne menjelang turun minum hanya membentur mistar. Skor 0-0 bertahan hingga babak pertama selesai.

Selepas jeda, Prancis tidak menurunkan tekanan. Les Bleus tetap menguasai tempo dan memaksa Maroko lebih banyak bertahan. Setelah beberapa peluang kembali mentah, Mbappe akhirnya menebus kegagalan penaltinya pada menit ke-60. Ia melepaskan tembakan dari dekat kotak penalti yang bersarang di sudut gawang Maroko.

Gol itu mengubah arah pertandingan. Maroko yang sebelumnya mampu menahan tekanan mulai kehilangan stabilitas. Hanya enam menit setelah gol Mbappe, Dembele menggandakan keunggulan Prancis lewat penetrasi dan tendangan kaki kanan mendatar dari luar kotak penalti. Dalam rentang enam menit, mimpi Maroko untuk mengulang kejutan besar di Piala Dunia kembali runtuh.

Maroko mencoba membalas pada sisa pertandingan, tetapi peluang terbaik mereka baru datang pada menit ke-82 melalui Azzedine Ounahi. Tembakan Ounahi masih bisa ditepis Mike Maignan. Hingga peluit panjang, Prancis mempertahankan keunggulan 2-0 dan memastikan langkah ke empat besar.

Luka Lama Maroko

Bagi Maroko, kekalahan ini kembali menghadirkan luka lama. Pada Piala Dunia 2022, mereka juga dikalahkan Prancis dengan skor 0-2 di semifinal lewat gol Theo Hernandez dan Randal Kolo Muani. Saat itu, Maroko menjadi tim Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia, tetapi gagal melaju ke final setelah dihentikan Les Bleus.

Bagi Prancis, kemenangan atas Maroko mempertegas status mereka sebagai salah satu kandidat terkuat juara. Prancis telah mencetak 16 gol sepanjang turnamen ini, dengan Mbappe menyumbang delapan gol dan Dembele lima gol. Catatan itu menunjukkan betapa berbahayanya lini depan Les Bleus di Piala Dunia 2026.

Meski demikian, Mbappe tidak ingin Prancis cepat puas. Setelah pertandingan, ia mengingatkan rekan-rekannya bahwa perjalanan menuju gelar masih belum selesai.

"Jalan kami masih panjang. Kami tahu bahwa lawan yang akan datang lebih berat daripada yang sudah kami hadapi. Kami siap menghadapi tantangan berikutnya," kata Mbappe seusai pertandingan yang dilansir Fabrizio Romano.

Mbappe menjadi salah satu tokoh utama dalam laga ini karena mengalami dua sisi berbeda pertandingan. Ia gagal mengeksekusi penalti pada babak pertama, tetapi tetap mampu menjaga mental dan mencetak gol pembuka pada babak kedua. Gol tersebut menjadi titik balik yang membuat Prancis bermain lebih lepas.

Standar Tinggi Les Bleus

Prancis juga menunjukkan kedalaman skuad yang kuat. Meski Mbappe menjadi pusat perhatian, Dembele tampil sama pentingnya. Golnya pada menit ke-66 membuat Maroko harus keluar menyerang, sekaligus mengunci kendali pertandingan untuk Prancis.

Dengan hasil ini, Didier Deschamps kembali membawa Prancis ke semifinal. Sejak menjadi juara dunia pada 2018 dan menjadi finalis pada 2022, Prancis terus menjaga standar tinggi di turnamen besar. Piala Dunia 2026 kini menjadi kesempatan Les Bleus untuk kembali mendekati gelar yang sebelumnya mereka raih di Rusia.

Namun, ujian berikutnya dipastikan tidak ringan. Prancis akan menghadapi pemenang Spanyol melawan Belgia, dua tim yang sama-sama memiliki kualitas teknis dan pengalaman besar. Karena itu, pesan Mbappe tentang perjalanan yang masih panjang menjadi peringatan bahwa kemenangan atas Maroko belum boleh dianggap sebagai akhir.

Bagi Maroko, langkah mereka terhenti di perempat final, tetapi perjalanan Singa Atlas tetap layak dihargai. Mereka kembali membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan besar dari Afrika. Hanya saja, di hadapan Prancis yang lebih efisien dan tajam, Maroko gagal menemukan celah untuk mengubah pertandingan.

Pada akhirnya, laga ini bukan hanya tentang kemenangan 2-0 Prancis. Ini adalah cerita tentang Mbappe yang bangkit dari kegagalan penalti, Dembele yang menghabisi momentum lawan, dan Prancis yang kembali menunjukkan mental turnamen. Les Bleus belum juara, tetapi mereka sudah memberi pesan kuat kepada calon lawan: jalan menuju trofi harus melewati mereka.

Susunan pemain

Prancis (4-2-3-1): Mike Maignan; Jules Kounde, Dayot Upamecano, William Saliba, Lucas Digne; Manu Kone, Adrien Rabiot, Michael Olise, Desire Doue; Ousmane Dembele, Kylian Mbappe.

Maroko (4-2-3-1): Yassine Bounou; Achraf Hakimi, Issa Diop, Noussair Mazraoui, Anass Eddine; Ayyoub Bouaddi, Neil El Aynaoui, Bilal El Khannouss, Chemsdine Talbi; Azzedine Ounahi; Brahim Diaz.