Periskop.id - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak Amerika Serikat dan Iran agar segera kembali ke meja perundingan. Langkah tersebut dinilai mendesak untuk meredakan konflik kedua negara yang kini semakin memanas.

Lembaga dunia itu menilai diplomasi menjadi solusi krusial dalam menjaga stabilitas kawasan maupun global. Menurutnya, tensi tinggi yang terjadi saat ini berisiko mengganggu keamanan internasional secara luas.

Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, menegaskan bahwa aksi saling balas antara kedua belah pihak harus segera dihentikan.

"Situasi saling balas ini harus dihentikan. Kembalinya jalur diplomasi sangat mendesak demi stabilitas kawasan dan stabilitas global," ujar Dujarric.

Ia menjelaskan, dampak buruk dari perseteruan bersenjata ini sudah mulai mengancam sektor finansial internasional. PBB disebutnya terus memantau pergerakan situasi terkini di Timur Tengah yang kian dinamis.

Dujarric mengingatkan, semua pihak yang terlibat dalam perselisihan wajib memahami dampak nyata dari ketegangan tersebut. Negosiasi dianggap sebagai satu-satunya jalan keluar terbaik untuk mengakhiri perselisihan yang sedang berlangsung.

"Kita terus membicarakan dampak konflik ini terhadap perekonomian dunia. Semua pihak yang terlibat perlu memahami bahwa cara terbaik untuk mengakhiri konflik ini adalah kembali ke meja perundingan," tambah Dujarric.

Konflik ini diketahui memuncak setelah pasukan Amerika Serikat meluncurkan serangkaian serangan skala besar ke wilayah Iran pada Rabu dini hari. Gempuran udara tersebut memicu eskalasi militer yang signifikan di wilayah sekitarnya.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan, operasi militer itu merupakan respons atas tindakan sepihak Iran. Pihak Washington menuduh Iran mengganggu keamanan kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.

Merespons hal itu, militer Iran dilaporkan langsung melancarkan serangan balasan ke pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait. Pemerintah Iran menuduh sekutu luar negeri itu melanggar nota kesepahaman penghentian permusuhan.

Ketegangan mencapai titik tertinggi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan resmi pada Rabu (8/7) pagi. Trump secara terbuka mengumumkan bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan Iran kini sudah tidak berlaku lagi.