Periskop.id – Pedro Porro menjadi salah satu simbol keberhasilan Spanyol kembali ke final Piala Dunia setelah penantian selama 16 tahun. Bek kanan Tottenham Hotspur itu mencetak gol kedua sekaligus terpilih sebagai pemain terbaik ketika La Roja menyingkirkan Prancis 2-0 pada semifinal Piala Dunia 2026.
Spanyol membuka keunggulan melalui penalti Mikel Oyarzabal pada menit ke-22 setelah Lamine Yamal dilanggar Lucas Digne di kotak terlarang. Porro kemudian menggandakan skor pada menit ke-58 setelah menyelesaikan umpan Dani Olmo.
Kemenangan di Stadion AT&T, Arlington, Texas, membawa Spanyol ke final Piala Dunia untuk kedua kalinya. Penampilan pertama mereka di partai puncak terjadi pada 2010 dan berakhir dengan gelar juara setelah menaklukkan Belanda.
"Ini adalah mimpi yang menjadi nyata, sejujurnya bahkan tidak dalam mimpi terliar saya," ujar Pedro seperti dikutip laman FIFA, Rabu (15/7).
Porro Kembali Mencetak Gol Penting
Gol ke gawang Prancis menjadi gol kedua Porro sepanjang Piala Dunia 2026. Sebelumnya, pemain berusia 26 tahun itu mencetak gol internasional pertamanya ketika Spanyol mengalahkan Austria 3-0 pada babak 32 besar.
Saat itu, Porro mengaku tidak pernah membayangkan bisa mencetak gol pada penampilan Piala Dunia pertamanya.
"Saya sangat bahagia. Jujur saja, saya tidak pernah membayangkan momen seperti ini akan datang. Sejak kecil kita bekerja keras demi saat-saat seperti ini. Bermain di Piala Dunia bersama negara sendiri saja sudah luar biasa, apalagi bisa mencetak gol di Piala Dunia pertama saya," ucap bek kanan milik Tottenham Hotspur itu.
Kontribusinya dalam fase gugur semakin memperkuat posisi Porro sebagai bek kanan utama Spanyol. Ia tidak hanya menjaga sisi pertahanan, tetapi juga aktif memasuki sepertiga akhir dan menambah jumlah pemain ketika La Roja menyerang.
Meski menjadi salah satu penentu kemenangan, Porro menolak mengambil seluruh sorotan untuk dirinya sendiri. Ia menilai tiket final diraih melalui kedisiplinan dan kerja kolektif sejak menit pertama.
"Sangat, sangat senang dengan sikap tim sejak awal hingga akhir. Saya pikir kami memainkan pertandingan yang luar biasa, kami melakukan apa yang perlu dilakukan hari untuk mencapai final," tegas Pedro.
"Kami tahu mereka adalah tim yang amat sangat tangguh, tim yang sudah melakukan segalanya dengan baik, dan sejujurnya, ini adalah pencapaian dari tim yang luar biasa, bukan hanya untuk saya saja," kata Pedro.
"Ini sesederhana memberikan selamat kepada semua orang karena mereka menampilkan pertandingan yang fantastis," pungkasnya.
Buah Proyek Empat Tahun De la Fuente
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente mengatakan keberhasilan tersebut bukan dibangun dalam satu turnamen. Sistem permainan, identitas, dan kekompakan tim telah dikembangkan sejak hampir empat tahun lalu.
"Kami memulainya hampir empat tahun lalu dengan ide dan kami terus berpegang teguh kepada ide tersebut dan itu membawa kami di sini (final)," tegas De la Fuente.
Spanyol mendominasi permainan melalui pergerakan bola yang rapi, tekanan cepat setelah kehilangan penguasaan, serta kemampuan Rodri dan rekan-rekannya mengontrol lini tengah. Pola tersebut membuat trio serangan Prancis yang dihuni Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise kesulitan mendapatkan peluang bersih.
La Roja kini mencatatkan 37 pertandingan beruntun tanpa kekalahan dalam waktu normal sejak Maret 2024. Spanyol juga baru kebobolan sekali dan membukukan enam pertandingan tanpa kemasukan dari tujuh laga di Piala Dunia 2026.
De la Fuente menilai pencapaian tersebut mencerminkan karakter dan pengorbanan seluruh pemain, termasuk mereka yang tidak selalu menjadi starter.
"Para pemain ini layak mendapatkan segalanya, hari demi hari mereka telah menunjukkan komitmen, solidaritas, kemurahan hati, dan bakat mereka. Mereka membuat hal yang sulit tampak mudah," kata De La Fuente.
Prancis Gagal Mencapai Final Ketiga Beruntun
Di sisi lain, Kekalahan menghentikan ambisi Prancis mencapai final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Les Bleus sebelumnya menjadi juara pada 2018 dan finis sebagai runner-up pada 2022.
Prancis datang ke semifinal dengan enam kemenangan beruntun dan baru kebobolan dua gol. Namun, tim asuhan Didier Deschamps gagal mengembangkan permainan ketika menghadapi tekanan dan penguasaan bola Spanyol.
Deschamps mengakui penampilan timnya jauh di bawah standar, terutama dalam membangun serangan dan memanfaatkan peluang. "Ini terutama kesalahan kami sendiri. Performa kami kurang maksimal dan serangan kami tidak seberbahaya yang seharusnya," kata Deschamps.
"Kami melakukan beberapa kesalahan teknis dalam operan yang sebenarnya bisa berujung pada peluang mencetak gol. Itulah kenyataan di level elite, meskipun hal itu menyakitkan," sambungnya.
Mbappe baru memberikan ancaman berarti pada pertengahan babak kedua, tetapi upayanya dapat dihentikan Unai Simon dan barisan belakang Spanyol. Secara keseluruhan, Prancis kesulitan mendapatkan kendali di lini tengah dan gagal mengimbangi sirkulasi bola La Roja.
"Harus diakui bahwa hari ini performa teknis kami sedikit di bawah standar biasanya saat menghadapi tim yang benar-benar menguasai jalannya pertandingan," jelas Deschamps.
Spanyol Tinggal Selangkah dari Gelar Kedua
Spanyol akan menghadapi pemenang semifinal Argentina kontra Inggris pada final di New York New Jersey Stadium, Minggu (19/7/2026) waktu setempat atau Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Prancis dijadwalkan memainkan perebutan tempat ketiga di Miami.
Jika memenangi final, Spanyol akan mendapatkan gelar dunia kedua setelah keberhasilan generasi Andres Iniesta, Xavi Hernandez, dan Iker Casillas pada 2010.
Pencapaian tahun ini juga memperlihatkan keberhasilan regenerasi La Roja. Pemain muda seperti Lamine Yamal dan Pau Cubarsi mampu berpadu dengan figur berpengalaman seperti Rodri, Dani Olmo, Oyarzabal, dan Aymeric Laporte.
Bagi Porro, perjalanan dari pencetak gol pertamanya di tim nasional hingga menjadi penentu tiket final hanya berlangsung kurang dari dua pekan. Namun, bek Tottenham itu menegaskan Spanyol belum menyelesaikan pekerjaan karena satu pertandingan terbesar masih menunggu di New Jersey.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar