Periskop.id - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris mendorong evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai pembenahan diperlukan agar program kembali berfokus pada peningkatan kualitas gizi anak-anak Indonesia.

Menurutnya, manfaat Program MBG harus benar-benar diterima anak-anak dan masyarakat yang membutuhkan. Charles mengatakan berbagai persoalan implementasi menunjukkan perlunya perbaikan tata kelola secara menyeluruh.

Charles menyampaikan pandangan tersebut usai Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi IX DPR RI bersama Asosiasi Mitra Badan Gizi Nasional, Konsorsium Mitra Makan Bergizi Gratis, dan Forum Investor 3T Sumatera Barat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7).

"Tujuan utama dari program MBG yang dicanangkan oleh Bapak Presiden sekitar dua tahun yang lalu adalah memperbaiki kondisi gizi pada anak-anak Indonesia. Karena masih ditemukan ada anak-anak yang malnutrisi, ada anak-anak yang kondisinya gizi buruk, dan lain sebagainya," ujarnya.

Menurut Charles, Program MBG sejak awal disiapkan pemerintah untuk menekan angka malnutrisi dan gizi buruk yang masih dialami sebagian anak Indonesia. Karena itu, pelaksanaannya dinilai harus diprioritaskan di wilayah yang memiliki kebutuhan paling besar.

Ia menilai pelaksanaan program pada periode sebelumnya masih menyisakan persoalan tata kelola. Salah satu yang disoroti ialah penentuan lokasi pelaksanaan yang disebut belum mengacu pada kebutuhan riil masyarakat.

Charles mengatakan kondisi tersebut memunculkan berbagai persoalan dalam implementasi Program MBG. Menurutnya, pembenahan tata kelola menjadi langkah penting agar pelaksanaan program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

"Artinya ini kan ada kesalahan tata kelola. Ada kesalahan penentuan titik oleh teman-teman di BGN di periode yang lalu. Asal-asalan. Maka dari itu ada kecurigaan bahkan dibuktikan ada jual beli titik dan lain sebagainya," tegas Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini.

Selain itu, Charles menilai cakupan penerima manfaat perlu disusun secara realistis dengan mempertimbangkan kemampuan negara. Menurutnya, langkah tersebut penting agar program dapat berlangsung berkelanjutan tanpa mengabaikan tujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Ia juga menyampaikan perhatian terhadap para mitra yang telah menginvestasikan sumber daya untuk mendukung Program MBG. Menurut Charles, persoalan tata kelola yang terjadi tidak seharusnya membuat para mitra menanggung kerugian.

"Saya berkomitmen bahwa Ibu-Bapak tidak boleh dirugikan. Negara harus mencari solusi. Tidak boleh rakyat dirugikan, tetapi program ini juga tidak boleh dipaksakan berjalan dengan desain yang seperti ini," pungkas Charles.