Periskop.id — Kylian Mbappe menutup Piala Dunia 2026 tanpa trofi bersama Prancis, tetapi pulang dengan dua rekor besar. Penyerang Real Madrid itu meraih Sepatu Emas setelah mengoleksi 10 gol sekaligus menjadi pemain pertama yang memenangi penghargaan pencetak gol terbanyak dalam dua edisi Piala Dunia.

Mbappe mengungguli Lionel Messi yang finis dengan delapan gol. Kapten Argentina tersebut gagal memperkecil selisih setelah tidak mencetak gol ketika timnya dikalahkan Spanyol 0-1 melalui perpanjangan waktu pada final di New York New Jersey Stadium.

Penghargaan ini melanjutkan keberhasilan Mbappe di Qatar 2022. Empat tahun lalu, ia juga meraih Sepatu Emas setelah menghasilkan delapan gol, termasuk hattrick ke gawang Argentina dalam laga final.

Dua Gol yang Mengunci Sepatu Emas

Kepastian Mbappe menjadi top skor berawal dari pertandingan perebutan tempat ketiga melawan Inggris. Prancis sempat tertinggal 0-4 pada babak pertama sebelum kapten Les Bleus mencetak dua gol pada menit ke-48 dan 66.

Tambahan tersebut mengangkat koleksinya dari delapan menjadi 10 gol. Meski Prancis akhirnya kalah 4-6 dan gagal naik podium, Mbappe meninggalkan pertandingan dengan keunggulan dua gol atas Messi dalam persaingan Sepatu Emas.

Mbappe menggambarkan kebangkitan Prancis pada babak kedua sebagai respons setelah timnya tampil buruk sebelum jeda. “Pada babak kedua, kami kembali menjadi pemain level tertinggi, mesin mental yang tidak lagi memiliki perasaan,” kata Mbappe.

Pertandingan tersebut menghasilkan total 10 gol, terbanyak dalam sejarah laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia. Inggris akhirnya meraih peringkat ketiga untuk pertama kalinya, sedangkan Prancis mengakhiri masa 14 tahun Didier Deschamps sebagai pelatih tanpa kemenangan.

Lewati Rekor Gol Messi

Dua gol ke gawang Inggris juga membawa Mbappe ke puncak daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Pemain berusia 27 tahun tersebut kini mengoleksi 22 gol, melewati Messi yang mencatatkan 21 gol.

Catatan itu semakin menonjol karena Mbappe baru mengikuti tiga edisi Piala Dunia, yakni pada 2018, 2022, dan 2026. Ia menjadi juara pada penampilan pertamanya, membawa Prancis menjadi finalis pada 2022, lalu mencapai semifinal pada edisi 2026.

Namun, Mbappe sebelumnya menegaskan rekor individu tidak sepenuhnya menghapus kekecewaan karena gagal tampil di laga puncak. Setelah pertandingan melawan Inggris, ia juga menyatakan hasil tersebut tidak akan mengurangi jasa Deschamps bagi sepak bola Prancis.

“Pertandingan ini tidak akan mencoreng legenda Didier Deschamps,” ucap Mbappe.

Messi Kembali Finis di Belakang Mbappe

Messi sebenarnya masih memiliki peluang mengambil Sepatu Emas ketika memasuki final. Ia hanya membutuhkan dua gol untuk menyamai Mbappe atau tiga gol untuk mengambil alih posisi teratas tanpa perlu menghitung kriteria pemisah.

Namun, pertahanan Spanyol berhasil membatasi Argentina sepanjang 120 menit. Messi baru mencatatkan percobaan pertamanya menjelang akhir perpanjangan waktu, sementara gol Ferran Torres pada menit ke-106 memastikan La Roja menjadi juara dunia untuk kedua kalinya.

Hasil tersebut membuat Messi kembali finis di belakang Mbappe dalam perebutan Sepatu Emas. Pada Piala Dunia 2022, Messi mencetak tujuh gol, satu gol lebih sedikit daripada penyerang Prancis tersebut.

Jude Bellingham menempati urutan ketiga dengan tujuh gol, disusul Erling Haaland yang memiliki jumlah sama. Ousmane Dembele berada di posisi kelima dengan enam gol. Dalam aturan FIFA, pemain dengan jumlah gol sama dipisahkan berdasarkan jumlah assist, kemudian jumlah menit bermain yang lebih sedikit apabila masih tetap imbang.

Daftar Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia 2026

PosisiPemainNegaraGol
1Kylian MbappePrancis10
2Lionel MessiArgentina8
3Jude BellinghamInggris7
4Erling HaalandNorwegia7
5Ousmane DembelePrancis6

Di tengah dominasi Spanyol dalam penghargaan individu, Rodri meraih Bola Emas, Unai Simon mendapatkan Sarung Tangan Emas, dan Pau Cubarsi dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik. Mbappe menjadi satu-satunya pemain non-Spanyol yang membawa pulang penghargaan individu utama dari turnamen tersebut.

Prancis mungkin meninggalkan Amerika Utara tanpa medali. Namun, melalui 10 gol dan rekor sepanjang masanya, Mbappe memastikan Piala Dunia 2026 tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.