Periskop.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,2 mengguncang Sulawesi Utara pada Selasa (14/7) pukul 22.49 WIB. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Menurut BMKG, pusat gempa berada di laut sekitar 198 kilometer barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe. Titik gempa tercatat pada koordinat 5,34 Lintang Utara dan 125,06 Bujur Timur.

"Gempa Magnitudo 6,2 terjadi pada Selasa (14/7) pukul 22.49 WIB dengan pusat gempa berada di laut 198 kilometer barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe."

BMKG menjelaskan, hiposenter gempa berada pada kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut. Data tersebut diperoleh dari hasil pemantauan awal aktivitas seismik.

Selain itu, BMKG menyampaikan guncangan dirasakan dengan intensitas yang berbeda di sejumlah wilayah Sulawesi Utara. Tingkat kekuatan getaran di setiap daerah dipengaruhi oleh jarak dari pusat gempa.

Di Kepulauan Sangihe, menurut BMKG, guncangan mencapai skala III-IV MMI. Intensitas tersebut menunjukkan getaran terasa nyata di dalam rumah dan menyerupai truk yang sedang melintas.

Sementara itu, BMKG mencatat wilayah Manado, Minahasa Selatan, dan Minahasa merasakan getaran pada skala II-III MMI. Getaran dilaporkan dirasakan oleh sebagian orang, sedangkan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.

Meski tidak berpotensi tsunami, BMKG mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diminta mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.

BMKG menyatakan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas gempa masih terus dilakukan. Informasi lanjutan akan disampaikan apabila terdapat pembaruan kondisi.

Warga di sekitar lokasi gempa diharapkan mengikuti arahan dari pihak berwenang serta mengenali titik-titik aman di lingkungan masing-masing sebagai langkah antisipasi. "Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan." tutup BMKG.