periskop.id - Pemerintah resmi memperpanjang program bantuan pangan beras selama tiga bulan ke depan. Kebijakan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah ancaman kenaikan harga kebutuhan pokok.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memaparkan, keputusan tersebut merujuk langsung pada arahan Presiden agar harga sembako tidak membebani warga dalam kondisi apa pun.
"Masuk musim kemarau nanti dan melihat perkembangan terakhir, agar harga-harga sembako tidak boleh naik dalam situasi apa pun. Arahan Bapak Presiden, tidak boleh membuat masyarakat jadi susah. Oleh karena itu bantuan beras atau bantuan pangan kita tambah tiga bulan," terang Zulkifli Hasan dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Perkembangan Harga Komoditas Pangan di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (9/6).
Program ini dijadwalkan mulai bergulir pada Juli mendatang. Setiap keluarga penerima manfaat akan mendapat 10 kilogram beras per bulan.
Sebanyak 33,2 juta keluarga penerima manfaat tercatat sebagai sasaran program tersebut. Pelaksanaannya diserahkan kepada Kementerian Sosial.
Soal kepastian kuota Juli, politikus PAN itu menegaskan penyaluran bulan pertama sudah tidak bisa diganggu gugat.
"Tapi yang Juli harus. Berarti lebih kurang 1 juta ton," ujarnya.
Untuk bulan Agustus dan September, Zulkifli Hasan mengakui belum bisa memastikan kelanjutannya. Ia menyebut penyesuaian masih diperlukan, bergantung pada kondisi musim paceklik yang bakal terjadi.
Di sisi stok, pemerintah menilai cadangan beras nasional saat ini cukup kuat untuk menopang program tersebut. Stok beras Indonesia tercatat mencapai 5,2 juta ton, sehingga penyaluran bantuan tidak akan mengganggu ketersediaan secara keseluruhan.
"Jadi kalau stok kita 5,2 juta ton akan berkurang sekitar 1 juta ton," tutur Zulkifli Hasan.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar