Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto mengklaim menerima laporan soal petani yang kini mulai berlibur ke luar negeri. Pernyataan itu ia sampaikan di tengah pidato soal target membangkitkan ekonomi dari desa lewat program koperasi.

Ia menyampaikan klaim tersebut sambil menegaskan kembali komitmennya menyejahterakan petani, nelayan, dan buruh. Menurutnya, kondisi itu jadi salah satu penanda perubahan yang mulai terasa di tingkat akar rumput.

"Saya dapat laporan, sekarang sudah banyak petani yang libur ke luar negeri. Tidak apa-apa, libur boleh. Kapan lagi petani libur ke luar negeri?" kata Prabowo dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Minggu (12/7).

Pernyataan itu ia kaitkan langsung dengan target besar pemerintah menggerakkan ekonomi mulai dari desa, kecamatan, hingga kabupaten. Kepala Negara menegaskan, uang hasil kerja rakyat di sektor pertanian, perikanan, dan perburuhan diharapkan tetap beredar di wilayah asal mereka.

"Sekarang, karena kita akan buat tani, nelayan, buruh, makmur, ekonomi kita akan bangkit dari desa, kecamatan, kabupaten," ujarnya.

Prabowo menambahkan, dana yang selama ini banyak keluar dari desa akan diarahkan kembali ke tingkat lokal. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk pengembalian kekayaan rakyat yang selama ini tersedot ke luar.

"Kalau selama ini, kekayaan rakyat Indonesia disedot, kita kembalikan sekarang," tuturnya.

Ia menekankan, target itu sejalan dengan misi membawa ekonomi turun langsung ke rakyat. Prabowo menyebut, arah kebijakan pemerintah saat ini fokus mendorong perputaran uang di tingkat desa lewat berbagai program, termasuk Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih.

Sebelum menyampaikan klaim soal petani berlibur, Prabowo lebih dulu menegaskan sikap optimistis terhadap wajah-wajah pelaku koperasi yang hadir di acara. Ia menyebut para pelaku koperasi bukan kelompok yang membawa lari kekayaan negara ke luar negeri.

"Saya ingin lihat tampang-tampang koperasi ini. Muka-muka kalian, bukan muka orang yang bawa lari uang ke luar negeri," katanya.

Pernyataan soal petani berlibur ke luar negeri disampaikan Prabowo tanpa merinci data jumlah maupun asal daerah petani yang dimaksud. Klaim tersebut menjadi bagian dari rangkaian pidato yang lebih luas membahas program ekonomi kerakyatan berbasis koperasi desa.