periskop.id - Seorang saksi dari kalangan Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) jalur udara asal Bali mengaku sempat diminta mencatat kode angka Romawi berikut sejumlah nominal dalam sebuah pertemuan di Kantor Bea Cukai Pusat, Jakarta. Kesaksian itu mencuat dalam persidangan perkara suap yang melibatkan pejabat Direktorat Jenderal Bea Cukai.
Saksi bernama Sri Pangestuti alias Tuti menerangkan, pertemuan tersebut melibatkan dua pihak, yakni Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan, Orlando Hamonangan, serta John Field selaku pimpinan BlueRay Cargo. Ia hadir dalam pertemuan itu bersama John Field.
"Iya, jadi Pak John itu sampaikan ke saya, 'Bu, saya kan suka lupa, minta tolong dicatatkan'," ujar Tuti saat bersaksi dalam sidang perkara suap Ditjen Bea Cukai di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat (5/6).
Tuti memaparkan, ia menulis catatan itu menggunakan pena serta kertas yang tersedia di ruangan Orlando. Catatan tersebut, menurut pengakuannya, merupakan hasil ucapan dari kedua orang yang hadir dalam pertemuan itu secara bersamaan.
Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemudian menampilkan gambar tulisan tersebut lewat proyektor. Dari tayangan itu, tampak jelas sejumlah kode yang dicatat Tuti, yakni: I1 P. GH = 250, 2 P. EN = 600, 3 P. Koor I = 300 dengan total 1.150, serta P.1 P. OC (BY+FC) = 750 dan 2 P. Koor P. = 300 dengan total 1.050.
Jaksa menggali pemahaman Tuti terhadap isi tulisan itu. Tuti mengakui, ia tidak benar-benar mencerna maksud kode tersebut, karena sekadar menulis apa yang diucapkan kedua orang di depannya.
"Saya kurang apa, ini Pak, izin, saya satu lupa. Karena saya cuma menulis jadi saya nggak masuk kepala," tuturnya merespons pertanyaan jaksa soal rincian kode yang tertera.
Jaksa juga menelusuri siapa yang mengucapkan masing-masing kode tersebut. Tuti mengaku tidak dapat memisahkan ucapan Orlando dari ucapan John Field secara spesifik. Ia hanya membenarkan kedua orang itu sama-sama menjadi sumber catatan.
Jaksa pun mengonfirmasi keabsahan tulisan yang ditampilkan. Tuti membenarkan seluruh coretan itu merupakan tulisan tangannya sendiri.
"Difoto kirim ke Pak Yohanes," ungkap Tuti kala ditanya jaksa soal nasib catatan tersebut setelah sesi pertemuan usai. Yohanes disebut merupakan staf dari John Field.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar