Periskop.id – Tim kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah (FA), Hotman Paris Hutapea, membantah keras keterlibatan kliennya dalam polemik penemuan uang di rumah Sentul, Bogor.
Hotman menegaskan, secara materiil, Febrie sudah tidak memiliki penguasaan fisik atas properti tersebut sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan, segala bentuk operasional, renovasi, hingga pembayaran asisten rumah tangga (ART) di rumah tersebut sepenuhnya telah dialihkan dan menjadi urusan tersangka lain, Don Ritto.
“Mengenai rumah di Sentul itu, sampai tahun 2022, housekeeping-nya pun, ART-nya pun, sudah bukan Pak Febrie yang bayar. Karena sudah waktu itu diberikan dipakai oleh sama lagi Don Ritto. Sudah dipakai dan dia juga berhak renovasi. Jadi total enggak ada lagi penguasaan secara fisik,” kata Hotman, di Gedung Bundar Kejagung, Jumat (17/7).
Selain meluruskan soal klaster aset di Sentul, Hotman juga menepis isu yang mengaitkan kliennya dengan aktivitas penukaran uang (money changer) serta keberadaan tempat penyimpanan uang di sebuah restoran.
Hotman menyatakan Febrie sama sekali tidak tahu-menahu mengenai aktivitas keuangan maupun perubahan fisik yang dilakukan oleh Don Ritto di dalam rumah tersebut karena pengelolaan sudah berpindah tangan.
“Demikian juga money changer juga dia tidak ada kaitan apa pun. Jadi baik renovasi kenapa ada tempat uang di resto maupun di Sentul, dia tidak tahu-menahu,” tegas Hotman.
Hotman menambahkan, perubahan fisik maupun renovasi yang terjadi di dalam rumah tersebut sepenuhnya menjadi wewenang Don Ritto tanpa keterlibatan Febrie sedikit pun.
“Karena contoh menyangkut rumah di Sentul itu kan kalau renovasi memang sejak tahun 2022 sudah di bawah penguasaan pengelolaan dari Don Ritto, dan renovasi kecil-kecil di dalam kan ya tidak diketahui oleh Pak Febrie,” jelas Hotman.
“Jadi semua terbantahkan menyangkut itu. Semua disangkal,” ungkap Hotman.
Hal ini merespons penggeledahan rumah di Sentul menampilkan rekaman tumpukan uang di lokasi yang memuat foto keluarga Febrie. Sebelum pelimpahan berkas perkara ke Kejaksaan Agung, Febrie sempat membenarkan properti tersebut adalah aset pribadinya yang dibeli secara legal sejak lama.
“Tentang rumah Sentul, itu memang rumah pribadi Jampidsus yang sudah sejak lama. Itu bisa dilihat bagaimana proses kepemilikan sejak awal,” kata Febrie, di Gedung Bundar Kejagung, Jumat (10/7).
Namun, Febrie menegaskan tumpukan uang di dalamnya memiliki pemilik dan peruntukan proyek fisik yang jelas serta terpisah dari dirinya.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar