Periskop.id — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mencetak 1.000 Al-Qur'an edisi khusus untuk menyambut peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027. Mushaf tersebut akan digunakan dalam program khataman dan tadarus, sekaligus menjadi dokumentasi perjalanan kota memasuki usia lima abad.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, sebanyak 500 Al-Qur'an akan diperuntukkan bagi kegiatan khataman. Sementara 500 lainnya disiapkan untuk program tadarus yang melibatkan masyarakat.

“Dalam rangka menyambut 5 abad Jakarta, kami akan membuat, mencetak Al Quran yang khas untuk 1.000 Al Quran,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat, 17 Juli 2026.

Rencana tersebut diumumkan saat Pramono melepas 65 wisudawan Pendidikan Kader Mubalig Angkatan XXXII sekaligus menyambut 75 peserta baru angkatan berikutnya. Seluruh biaya pencetakan dan pelaksanaan program akan ditanggung Pemprov DKI Jakarta.

Peserta Khataman Bisa Tanda Tangan

Al-Qur'an edisi khusus tersebut tidak hanya dipakai untuk kegiatan keagamaan. Pemprov DKI juga menyiapkan ruang bagi peserta khataman untuk membubuhkan tanda tangan sebagai bagian dari dokumentasi peringatan lima abad Jakarta.

Jumlah 500 peserta dipilih untuk melambangkan usia Jakarta pada 2027. Namun, Pemprov tidak menutup kemungkinan jumlah masyarakat yang terlibat dalam khataman dan tadarus nantinya melebihi target awal.

“Nanti siapa pun yang ingin melakukan khataman itu dibuatkan tempat khusus untuk ditandatangani dan sebagainya, dan saya termasuk salah satu yang ingin ikut,” jelas Pramono.

Pramono menyebut Al-Qur'an yang telah ditandatangani akan menjadi dokumen peringatan 500 tahun Jakarta. Meski demikian, Pemprov belum memerinci desain khas yang akan digunakan, penerbit yang ditunjuk, nilai anggaran, maupun lokasi penyimpanan dan distribusi mushaf setelah kegiatan selesai.

Program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan yang inklusif dan berkelanjutan. Pemprov turut mendorong para mubalig menghadirkan dakwah yang moderat, menyejukkan, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman warga Jakarta.

Jakarta Genap Berusia 500 Tahun pada 2027

Peringatan hari jadi Jakarta merujuk pada peristiwa 22 Juni 1527. Pada tanggal tersebut, pasukan yang dipimpin Fatahillah menyerang Sunda Kalapa, kemudian mengubah nama kawasan pelabuhan itu menjadi Jayakarta. Tanggal tersebut hingga kini diperingati sebagai hari ulang tahun Kota Jakarta.

Dengan dasar itu, Jakarta akan genap berusia 500 tahun pada 22 Juni 2027. Pemprov DKI telah menyiapkan berbagai agenda sejak 2025 dan 2026 sebagai bagian dari hitung mundur menuju momentum bersejarah tersebut.

Logo resmi lima abad Jakarta telah dipilih melalui sayembara yang melibatkan masyarakat. Identitas visual itu mulai digunakan oleh organisasi perangkat daerah dan badan usaha milik daerah untuk berbagai kegiatan menuju puncak peringatan pada 22 Juni 2027.

Logo tersebut juga diperkenalkan kepada masyarakat saat puncak perayaan HUT ke-499 Jakarta pada Juni 2026. Acara itu diisi pertunjukan musik, budaya, instalasi seni, dan refleksi perjalanan Jakarta menuju kota global.

Menjadi Bagian dari Perayaan Lintas Agama

Pencetakan Al-Qur'an menjadi salah satu agenda keagamaan yang disiapkan menjelang perayaan lima abad Jakarta. Pemprov DKI juga merancang rangkaian kegiatan lintas agama dan budaya untuk menegaskan Jakarta, sebagai rumah bersama bagi masyarakat dari berbagai latar belakang.

Program yang telah dan akan digelar mencakup paduan suara Christmas Carol, perayaan Imlek, parade ogoh-ogoh, kegiatan Ramadan, Festival Beduk, dan peringatan Waisak. Pemprov juga menargetkan sedikitnya 500 anggota Swara Jakarta 80 tampil di Bundaran HI pada 2027.

“Sesungguhnya, ini merupakan bentuk kolaborasi dan kecintaan masyarakat Jakarta terhadap kotanya,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.

Rangkaian tersebut menunjukkan perayaan 500 tahun Jakarta tidak hanya diarahkan sebagai pesta ulang tahun, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi masyarakat. Selain mengenang sejarah kota, momentum lima abad diharapkan memperkuat kerukunan, kebudayaan, pelayanan publik, dan keterlibatan warga dalam pembangunan Jakarta.