Periskop.id – Pemerintah melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menegaskan layanan kontrasepsi Keluarga Berencana (KB) gratis pada tahun 2026 akan diprioritaskan bagi keluarga kurang mampu, khususnya kelompok Desil 1-2. Program ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional pada 29 Juni 2026 dan mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto, untuk memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sejak tingkat keluarga.

“Prioritaskan kepada warga yang membutuhkan, khususnya Desil 1-4. Yang mandiri Insya Allah bisa, tetapi kita usahakan yang Desil 1-2. Semua gratis, ada vasektomi, tubektomi, pil, suntik, implan,” ujar Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji saat kick off Layanan KB Serentak yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (8/6). 

Advertisement

Wihaji menekankan pentingnya program ini bagi masyarakat rentan karena kehamilan yang tidak direncanakan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan, ekonomi, dan pengasuhan anak. Layanan KB yang diberikan secara gratis, mulai dari pil, suntik, implan, hingga metode kontrasepsi permanen, merupakan strategi untuk mengentaskan kemiskinan dan memberikan hak keluarga dalam merencanakan jumlah anak.

“Program KB bukan upaya membatasi kelahiran secara paksa, melainkan memberikan hak kepada masyarakat untuk merencanakan keluarga sesuai kondisi masing-masing. Ini bagian dari pesan Presiden yang berkenaan dengan penciptaan SDM yang lebih kuat,” ucap Wihaji.

Pasangan Usia Subur
Dalam kesempatan itu, Wihaji menyebutkan terdapat sekitar 46 juta keluarga di Indonesia yang memiliki pasangan usia subur. Menurutnya, pengendalian potensi kelahiran penting agar perempuan tetap bisa bekerja tanpa mengorbankan hak reproduksi, menjaga kesehatan keluarga, dan mencegah gangguan ekonomi.

“Rata-rata saya keliling Indonesia, anak ketiga sampai kelima disebabkan karena kebobolan. Jika angka kelahiran tidak dikendalikan, potensi angka kematian ibu, kematian bayi, hingga stunting akan meningkat, sehingga negara akan menanggung subsidi lebih besar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, program KB memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara, meski tidak selalu terlihat secara fisik seperti pembangunan jalan atau rumah sakit. “Ini kontribusi yang paling riil untuk bangsa dan negara,” serunya. 

Program KB serentak ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan keluarga, meningkatkan kualitas SDM, dan memberikan akses setara bagi seluruh lapisan masyarakat. Khususnya bagi keluarga yang berada pada kelompok ekonomi paling rentan.