Periskop.id - Semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Inggris diprediksi menjadi pertandingan paling seimbang di babak empat besar. Laga berlangsung di Stadion Atlanta pada Kamis (16/7/2026) pukul 02.00 WIB, dengan pemenang menghadapi Prancis atau Spanyol di final.
Opta Sports menempatkan Inggris sedikit lebih unggul dengan peluang lolos 50,9%, sedangkan Argentina berada di angka 49,1%. Selisih tipis itu menggambarkan pertandingan yang bisa ditentukan oleh satu kesalahan, bola mati, atau momen individual dari Lionel Messi dan Jude Bellingham.
Gambaran Kekuatan Kedua Tim
Argentina tiba sebagai juara bertahan, tetapi perjalanannya di fase gugur tidak selalu meyakinkan. Albiceleste membutuhkan perpanjangan waktu untuk mengalahkan Tanjung Verde dan Swiss, serta sempat tertinggal dua gol sebelum menundukkan Mesir 3-2.
Inggris juga tidak melaju dengan nyaman. Tim asuhan Thomas Tuchel bermain dengan 10 pemain ketika menyingkirkan Meksiko, kemudian membutuhkan perpanjangan waktu untuk mengalahkan Norwegia 2-1. Kedua tim sama-sama menunjukkan satu karakter penting: sulit menyerah ketika pertandingan berjalan buruk.
Argentina bergantung pada Messi yang telah mencetak delapan gol dan satu assist. Di kubu Inggris, Harry Kane dan Bellingham masing-masing mengoleksi enam gol. Keduanya menyumbangkan 12 dari total 13 gol Inggris sepanjang turnamen.
Kunci Inggris: Serang Sisi Kanan Argentina
Celah terbesar Argentina terlihat di sisi kanan pertahanan. Nahuel Molina kesulitan menghadapi pemain cepat Swiss, Dan Ndoye, sementara kondisi Molina dan Gonzalo Montiel harus terus dikelola karena persoalan kebugaran.
Inggris perlu mengeksploitasi area tersebut melalui Anthony Gordon atau Marcus Rashford. Kecepatan winger kiri Inggris dapat memaksa Molina bertahan lebih dalam sekaligus mengurangi dukungannya kepada Rodrigo De Paul dan Messi.
Masalah Argentina semakin terasa karena lini tengahnya cenderung sempit. De Paul, Leandro Paredes, Enzo Fernández, dan Alexis Mac Allister nyaman memainkan umpan pendek, tetapi tidak selalu mampu mengejar lawan ketika bola hilang. Hal ini memberi ruang bagi pergerakan Bellingham dan tusukan Declan Rice dari lini kedua.
Bellingham berpotensi menjadi pembeda utama. Ia mencetak dua gol melawan Meksiko dan kembali membuat dua gol saat menghadapi Norwegia. Pergerakannya tanpa bola sulit diikuti karena ia sering muncul terlambat di kotak penalti, ketika perhatian bek lawan sudah tertuju kepada Kane.
Kunci Argentina: Jangan Biarkan Messi Terisolasi
Inggris kemungkinan tidak akan menjaga Messi dengan satu pemain sepanjang pertandingan. Pendekatan yang lebih masuk akal adalah mempersempit ruang di depan kotak penalti melalui Rice, Elliot Anderson, dan salah satu bek tengah.
Swiss menunjukkan, Messi dapat dibatasi dengan memenuhi area tengah dan menutup jalur umpan menuju kaki kirinya. Meski demikian, strategi itu tidak sepenuhnya menghilangkan ancaman. Dalam pertandingan tersebut, Messi tetap menciptakan gol pembuka melalui sepak pojok.
Argentina harus membantu Messi dengan menempatkan satu penyerang yang aktif menyerang ruang. Julián Álvarez lebih kuat dalam menekan dan berlari di belakang pertahanan, sedangkan Lautaro Martínez lebih berbahaya di kotak penalti.
Scaloni bisa memilih Lautaro sebagai starter untuk menahan duel fisik dengan John Stones dan Marc Guéhi. Álvarez kemudian menjadi senjata saat ruang mulai terbuka pada babak kedua.
Messi sendiri meminta timnya tidak terbawa oleh sejarah panjang rivalitas kedua negara. “Kami harus menjalaninya apa adanya: semifinal Piala Dunia melawan tim besar,” kata Messi.
Scaloni juga mencoba menurunkan tensi pertandingan. “Ini pertandingan sepak bola. Titik. Tidak ada yang lain,” kata Scaloni.
Duel Tengah: Rice dan Bellingham vs Enzo dan Mac Allister
Pertandingan kemungkinan akan dimenangi oleh tim yang mampu menguasai ruang kedua, yakni bola-bola liar setelah duel pertama. Argentina lebih halus dalam sirkulasi bola, tetapi Inggris lebih kuat dalam intensitas, duel, dan pergerakan vertikal.
Apabila Rice dinyatakan benar-benar bugar, Inggris memiliki kemampuan lebih baik untuk merebut bola dan langsung mengalirkannya kepada Bellingham atau kedua winger.
Rice sempat ditarik keluar saat melawan Norwegia setelah mengalami sakit selama beberapa hari. Namun, perkembangan terakhir menunjukkan gelandang Arsenal tersebut diperkirakan bisa kembali menjadi starter.
Reece James, Ezri Konsa, dan Bukayo Saka juga tersedia sebagai opsi setelah mengalami persoalan kebugaran sebelumnya.
Argentina harus menghindari pertandingan terbuka. Jika laga berubah menjadi adu lari, usia dan energi lini tengah Albiceleste dapat menjadi masalah. Sebaliknya, tempo lambat dengan banyak pelanggaran kecil dan penguasaan bola panjang akan lebih menguntungkan Messi dan kawan-kawan.
Bola Mati Bisa Menjadi Penentu
Inggris memiliki keunggulan fisik melalui Kane, Stones, Guéhi, Bellingham, dan Rice. Argentina memiliki bek agresif seperti Cristian Romero dan Lisandro Martínez, tetapi secara keseluruhan kalah tinggi dan kekuatan udara.
Sepak pojok dan tendangan bebas bisa menjadi jalan paling realistis bagi Inggris ketika Argentina bertahan rapat. Sebaliknya, Argentina tetap berbahaya melalui kualitas umpan Messi dan kemampuan Mac Allister mencari ruang tanpa pengawalan.
Disiplin juga sangat penting. Duel ini memiliki sejarah panas, tetapi Jordan Pickford menegaskan Inggris tidak boleh kehilangan fokus. “Kami tidak bisa hanya berfokus kepada Messi,” kata Pickford.
Prediksi Starting XI Argentina vs Inggris
Susunan berikut merupakan prediksi berdasarkan kondisi pemain terbaru dan pilihan pada pertandingan sebelumnya, bukan daftar resmi.
Argentina, 4-4-2
Emiliano Martínez; Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martínez, Nicolás Tagliafico; Rodrigo De Paul, Leandro Paredes, Enzo Fernández, Alexis Mac Allister; Lionel Messi, Lautaro Martínez.
Paredes berpotensi dipasang untuk menambah perlindungan di depan pertahanan dan membatasi Bellingham. Álvarez menjadi pesaing utama Lautaro di lini depan.
Inggris, 4-2-3-1
Jordan Pickford; Ezri Konsa, John Stones, Marc Guéhi, Nico O’Reilly; Declan Rice, Elliot Anderson; Bukayo Saka, Jude Bellingham, Anthony Gordon; Harry Kane.
Saka diperkirakan kembali menjadi starter menggantikan Noni Madueke. Reece James dapat menggantikan Konsa, sedangkan Djed Spence menjadi alternatif O’Reilly apabila Tuchel menginginkan bek yang lebih cepat untuk mengantisipasi Messi.
Prediksi Akhir
Argentina memiliki pemain terbaik dalam pertandingan ini, tetapi Inggris mempunyai struktur yang lebih seimbang, kedalaman bangku cadangan, serta keunggulan fisik dan kecepatan di area sayap.
Peluang Argentina sangat bergantung pada kemampuannya memperlambat permainan dan membawa Messi menerima bola di antara lini tengah dan pertahanan Inggris. Jika pertandingan berlangsung terbuka, Inggris berpeluang besar mengeksploitasi sisi kanan Argentina dan memenangkan duel-duel kedua.
Tuchel sendiri mengakui timnya belum menampilkan permainan terbaik meski terus memperoleh kemenangan. "Kami menemukan cara, tetapi tetap harus memainkan sepak bola yang lebih baik,” kata Tuchel.
Prediksi skor:
Argentina 1-2 Inggris setelah perpanjangan waktu.
Inggris diperkirakan lebih kuat pada fase akhir pertandingan melalui pemain pengganti seperti Saka, Rashford, Spence, atau Morgan Rogers. Namun, margin kedua tim sangat tipis. Jika Messi memperoleh satu peluang bersih di sekitar kotak penalti, prediksi tersebut dapat berubah dalam hitungan detik.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar