periskop.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah narasi di media sosial mempertanyakan kecukupan gizi dalam menu yang disajikan. Menanggapi hal itu, BGN menegaskan bahwa program ini memang tidak dirancang untuk memenuhi seluruh kebutuhan gizi harian.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan bahwa MBG hanya ditujukan untuk memenuhi sekitar sepertiga kebutuhan gizi harian penerima manfaat. 

“Perlu dipahami bahwa MBG memang tidak dirancang untuk memenuhi seluruh kebutuhan gizi harian. Program ini didesain untuk memenuhi sekitar sepertiga dari kebutuhan gizi harian penerima manfaat,” ujarnya dikutip dari Antara, Senin (9/3).

Menurut Nanik, standar komposisi menu MBG telah disusun dengan memperhatikan kebutuhan energi, protein, karbohidrat, serta mikronutrien penting bagi anak-anak dan kelompok sasaran. Lebih dari sekadar angka gizi, tujuan besar program ini adalah membangun kebiasaan makan sehat sejak dini. 

“Tujuan besar dari program ini yakni membangun kebiasaan makan sehat dan bergizi bagi generasi masa depan bangsa,” tambahnya.

BGN juga menegaskan bahwa pelaksanaan MBG memiliki panduan teknis yang jelas. Hal ini sekaligus menjawab keraguan publik mengenai prosedur operasional program. 

“Semua petunjuk teknis atau juknis pelaksanaan MBG sudah tersedia dan dapat diakses secara terbuka. Dokumen tersebut saat ini sudah diunggah di situs resmi BGN sehingga dapat dipelajari oleh masyarakat maupun mitra pelaksana,” kata Nanik.

Juknis tersebut mencakup standar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pengolahan makanan, keamanan pangan, hingga komposisi gizi dalam setiap menu. Dengan keterbukaan ini, BGN berharap diskusi publik mengenai MBG dapat berlangsung konstruktif dan berbasis data resmi.

Sebagai catatan, standar gizi internasional seperti yang dikeluarkan World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa anak usia sekolah membutuhkan rata-rata 1.600–2.200 kalori per hari, tergantung usia dan aktivitas. 

Dengan porsi MBG yang memenuhi sepertiga kebutuhan, maka sekitar 500–700 kalori sudah dapat dipenuhi melalui program ini. Artinya, MBG berfungsi sebagai penopang penting, sementara sisanya tetap harus dipenuhi dari konsumsi harian di rumah.