Periskop.id — Pasca periode Lebaran, aktivitas pasar tenaga kerja di Indonesia kembali meningkat, dengan semakin banyak profesional yang mulai aktif mencari peluang baru. Namun, temuan terbaru dari Robert Walters Indonesia Salary Survey 2026 menunjukkan, ekspektasi kandidat masih belum sepenuhnya sejalan dengan penawaran perusahaan.

Hampir 60% profesional menyatakan, gaji dan tunjangan yang ditawarkan belum memenuhi ekspektasi mereka. Sementara 44% menyebut stabilitas perusahaan dan industri sebagai pertimbangan utama, dalam mengevaluasi peluang kerja baru.

Meskipun aktivitas pasar kerja meningkat, mendapatkan peran yang tepat tidak serta-merta menjadi lebih mudah. Bagi banyak kandidat, menyelaraskan ekspektasi gaji dengan kondisi pasar masih menjadi tantangan utama.

“Pasar bukan kekurangan peluang, melainkan keselarasan. Kandidat semakin spesifik terhadap apa yang mereka inginkan, sementara perusahaan juga semakin selektif dalam proses rekrutmen. Hal ini membuat proses perekrutan menjadi lebih panjang dan ketidaksesuaian lebih sering terjadi,” Eric Mary, Country Head – Indonesia & Vietnam Robert Walters dalam keterangannya, Senin (13/4). 

Kondisi ini menunjukkan, peningkatan aktivitas pasar kerja tidak selalu diikuti dengan proses rekrutmen atau perpindahan kerja yang lebih mulus. Baik kandidat maupun perusahaan kini menghadapi proses pencarian kecocokan yang lebih selektif dan kompleks.

Perubahan Perilaku
Seiring dengan meningkatnya jumlah kandidat di pasar tenaga kerja, pasca meningkatnya tren pengunduran diri setelah menerima Tunjangan Hari Raya (THR), keberhasilan dalam mendapatkan pekerjaan baru semakin bergantung. Khususnya pada kemampuan untuk menyeimbangkan kompensasi dengan stabilitas jangka panjang serta kecocokan peran.

Pada saat yang sama, perubahan perilaku dalam mencari kerja turut menambah kompleksitas. Kandidat kini semakin memanfaatkan teknologi AI untuk mengeksplorasi peluang dan melamar pekerjaan dalam skala besar, yang berkontribusi pada meningkatnya volume lamaran.

Di tingkat global, temuan baru dari Robert Walters Talent Trends 2026 menunjukkan, 56% professional kini menggunakan AI dalam proses melamar kerja. Meskipun hal ini meningkatkan akses terhadap peluang, perusahaan perlu memberikan perhatian lebih pada proses seleksi dan penilaian untuk mengidentifikasi kandidat yang paling sesuai.

Michelle Tanjung, Associate Director – Indonesia, Robert Walters, menambahkan, dalam situasi ini, baik kandidat maupun perusahaan perlu lebih strategis. “Kandidat perlu lebih selektif dalam melamar dan mampu mengomunikasikan nilai mereka dengan jelas, sementara perusahaan perlu memastikan kejelasan ekspektasi peran serta menerapkan proses seleksi yang lebih terstruktur,” tuturnya. 

Ke depan, meskipun aktivitas pasar kerja diperkirakan tetap aktif dalam beberapa bulan setelah periode THR, baik kandidat maupun perusahaan kemungkinan akan menghadapi lanskap yang semakin kompleks. Keselarasan ekspektasi, nilai, dan kecocokan jangka panjang menjadi semakin penting.