Periskop.id — Anggota DPR RI sekaligus mantan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel meninggal dunia pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul 03.20 WIB di Jakarta. Kabar duka ini meninggalkan kehilangan mendalam bagi keluarga, kolega politik, dunia usaha, serta masyarakat Gorontalo yang selama ini menjadi salah satu fokus pengabdian almarhum.

Kabar wafatnya Rachmat Gobel dikonfirmasi Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro. Ia menyampaikan belasungkawa dan doa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

"Turut berduka cita, innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke rahmatullah H. Rachmat Gobel pada hari Jumat, 10 Juli 2026, pukul 03.20 WIB, di Jakarta," kata Fauzi.

Rachmat Gobel meninggalkan istri, Retno Damayanti, dua anak yakni Nurfitria Sekarwillis Kusumawardhani dan Mohammad Arif Gobel, cucu-cucu, serta keluarga besar. Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Jalan Supomo Nomor 55A, Jakarta Selatan. Prosesi pemakaman direncanakan berlangsung di Gorontalo, sementara waktu dan lokasi pemakaman akan disampaikan lebih lanjut oleh pihak keluarga.

Pihak keluarga juga memohon doa dari masyarakat agar almarhum mendapat ampunan, rahmat, dan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Keluarga turut memohon maaf atas segala kekhilafan almarhum semasa hidupnya.

"Kami mohon doa dan dimaafkan segala kekhilafan almarhum semasa hidupnya," pinta Fauzi.

Tokoh Tiga Ruang Besar

Rachmat Gobel dikenal sebagai tokoh yang bergerak di tiga ruang besar sekaligus, yakni dunia usaha, pemerintahan, dan politik parlemen. Ia pernah menjabat Menteri Perdagangan pada periode 2014-2015 di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Setelah itu, ia aktif di Partai NasDem dan menjadi salah satu tokoh utama partai tersebut di parlemen.

Dalam profil Fraksi NasDem DPR RI, Rachmat Gobel disebut lahir di Gorontalo pada 3 September 1962. Ia dikenal sebagai pengusaha sekaligus politisi yang pernah mencapai dua posisi penting dalam karier publiknya, yakni sebagai Menteri Perdagangan dan Wakil Ketua DPR RI dari Partai NasDem. Pada periode 2024-2029, ia tercatat sebagai Kapoksi Komisi VI dan anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen atau BKSAP.

Rachmat juga merupakan bagian dari keluarga besar Gobel Group. Ia adalah anak kelima dan putra pertama dari Thayeb Mohammad Gobel. Setelah ayahnya wafat pada 1984, Rachmat meneruskan pengembangan bisnis keluarga yang kemudian dikenal luas melalui kerja sama industri elektronik dengan Panasonic.

Kepergian Rachmat Gobel turut mendapat perhatian Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Amran menyampaikan duka cita mendalam dan menyebut Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Saya sangat berduka atas berpulangnya sahabat saya, Bapak H. Rachmat Gobel," kata Amran dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Bagi Amran, Rachmat bukan hanya negarawan dan pengusaha yang berdedikasi, tetapi juga sahabat yang telah lama menjalin hubungan personal. Keduanya pernah sama-sama mengemban amanah sebagai menteri dalam Kabinet Kerja.

"Beliau adalah pribadi yang baik, rendah hati, memiliki kepedulian yang besar terhadap masyarakat, serta selalu mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan bangsa. Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya,” ujar Amran.

Amran mengenang Rachmat sebagai sosok yang terbuka untuk berdiskusi, terutama tentang pembangunan, industri, daerah, dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, almarhum selalu mengedepankan kolaborasi dan persahabatan dalam menjalankan peran publik.

“Beliau bukan hanya rekan saat sama-sama berada di kabinet, tetapi juga sahabat yang selalu menjaga silaturahmi. Kami sering berdiskusi tentang pembangunan, industri, hingga bagaimana memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sosok beliau akan selalu saya kenang,” tutur Amran.

Pertemuan terakhir Amran dengan Rachmat terjadi saat Pekan Nasional Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo pada Juni 2026. Amran menyebut dalam pertemuan tersebut Rachmat masih menunjukkan perhatian besar terhadap pembangunan pertanian dan kemajuan tanah kelahirannya.

“Pertemuan kami di Gorontalo menjadi kenangan yang tidak akan saya lupakan. Beliau begitu antusias melihat kemajuan pertanian dan memiliki kecintaan yang besar terhadap tanah kelahirannya. Semangat beliau untuk membangun bangsa akan terus menjadi inspirasi bagi kita semua,” kenang Amran.

Rachmat Gobel dan Gorontalo

Komitmen Rachmat terhadap Gorontalo memang menjadi salah satu bagian menonjol dari kiprahnya. Belum lama ini, Gobel Group menyatakan siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah di Gorontalo untuk mendorong pengembangan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Rachmat menyebut penataan ruang publik dan destinasi wisata dilakukan untuk memberi manfaat langsung bagi warga dan pelaku UMKM.

"Apa yang Gobel Group lakukan merupakan ungkapan terima kasih kepada masyarakat, pemerintah, dan leluhur di Gorontalo. Kami ingin memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat di tanah kelahiran orang tua saya," kata Rachmat.

Dalam kegiatan itu, Gobel Group menghadirkan sejumlah fasilitas publik baru di Kabupaten Gorontalo, mulai dari videotron berbentuk bola dunia, pembangunan taman, penataan Pakaya Tower, hingga penambahan wahana di kawasan Pentadio Resort. Momentum tersebut bertepatan dengan peringatan 70 tahun Gobel Group yang dipusatkan di Gorontalo bersamaan dengan penyelenggaraan PENAS XVII 2026.

Sebelumnya, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi juga menyambut baik komitmen Rachmat Gobel dalam mengembangkan objek wisata Pentadio Resort dan Menara Pakaya. Sofyan menilai perhatian Rachmat tidak hanya terbatas pada sektor pariwisata, tetapi juga menyentuh berbagai bidang lain untuk kemajuan daerah.

"Sesuai dengan tagline saya, Come Back to Limboto, perhatian Kakak Rachmat Gobel sangat selaras dengan visi yang ingin kami wujudkan di Kabupaten Gorontalo," ujar Sofyan.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Gorontalo Abdul Waris juga menyebut Rachmat telah merencanakan peremajaan dan pengembangan fasilitas wisata di Menara Pakaya dan Pentadio Resort. Menara Pakaya, misalnya, direncanakan dilengkapi fasilitas tambahan seperti ruang pertemuan, kafe, dan arena bermain untuk memperkuat daya tarik wisata.

"Menara Pakaya akan disewa oleh Kakak Rachmat Gobel, dan akan dibangun fasilitas tambahan seperti ruang pertemuan, kafe, arena bermain, serta berbagai fasilitas lain yang akan menambah daya tarik pengunjung," jelas Waris.

Kepergian Rachmat juga menjadi kehilangan bagi masyarakat Gorontalo. Masyarakat Gorontalo pernah menganugerahi Rachmat gelar “Ti Bulilango Hunggia” yang berarti “Pemberi Cahaya Negeri”. Gelar itu mencerminkan harapan dan penghormatan masyarakat terhadap kontribusinya bagi daerah.

Industri dan Investasi

Di DPR, Rachmat dikenal banyak membawa isu industri, investasi, dan penguatan ekonomi nasional. Pada April 2026, ia menegaskan investasi Jepang di Indonesia tidak main-main setelah penandatanganan 10 nota kesepahaman antara Jepang dan Indonesia senilai US$22,6 miliar atau sekitar Rp384 triliun.

Rachmat juga kerap menyoroti pentingnya kemandirian ekonomi Indonesia di tengah tekanan global. Dalam salah satu pernyataannya di Parlementaria DPR pada April 2026, ia menilai konflik geopolitik global tidak hanya berdampak pada politik dunia, tetapi juga memberi pelajaran strategis bagi penguatan posisi ekonomi Indonesia.

Jejak Rachmat di dunia industri juga panjang. Selain dikenal sebagai pengusaha, ia pernah memiliki sejumlah posisi strategis, antara lain di Panasonic Gobel Indonesia, Kadin, serta organisasi yang berkaitan dengan energi terbarukan. Swiss German University mencatat Rachmat pernah menjadi Menteri Perdagangan periode 2014-2015, Presiden Komisaris PT Panasonic Gobel Indonesia, komisaris di sejumlah perusahaan, Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia, serta Wakil Ketua bidang industri, teknologi, dan maritim di Kadin Indonesia.

Dengan latar belakang tersebut, Rachmat Gobel sering dipandang sebagai figur yang menjembatani dunia usaha dan kebijakan publik. Ia membawa pengalaman industri ke parlemen, sekaligus menjadikan pembangunan daerah sebagai bagian penting dari kiprahnya.

Atas nama pribadi, keluarga, dan jajaran Kementerian Pertanian, Amran menyampaikan doa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ia juga mendoakan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.

“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum Bapak H. Rachmat Gobel, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya," kata Amran.

"Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini. Amiin ya Rabbal ’alamin,” kata Amran.

Rachmat Gobel wafat dengan meninggalkan jejak panjang di dunia usaha, pemerintahan, parlemen, dan pembangunan daerah. Dari industri elektronik, kursi Menteri Perdagangan, pimpinan DPR, hingga komitmennya membangun Gorontalo, almarhum dikenang sebagai tokoh yang tidak hanya hadir di ruang elite politik dan bisnis, tetapi juga berupaya memberi manfaat bagi masyarakat.