Periskop.id — Ferrari akhirnya mengungkap wujud resmi mobil listrik pertamanya, Ferrari Luce 2027, setelah lima tahun pengembangan penuh spekulasi. Mobil bertenaga penuh listrik ini langsung mencuri perhatian karena menggabungkan performa supercar khas Ferrari dengan desain futuristik yang belum pernah diterapkan sebelumnya oleh pabrikan asal Italia tersebut.
Dilaporkan publikasi otomotif Australia Drive, Ferrari Luce hadir sebagai sedan premium lima pintu dengan tenaga mencapai 772 kW dan kemampuan akselerasi 0-100 kilometer per jam hanya dalam 2,5 detik. Mobil ini juga diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 500 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Berbeda dari model Ferrari konvensional, desain Ferrari Luce dikembangkan bersama studio desain industri LoveFrom milik mantan desainer Apple Sir Jony Ive dan Marc Newson. Kolaborasi ini membuat Luce tampil sangat berbeda dibanding Ferrari sebelumnya, dengan pendekatan minimalis, aerodinamis, dan berorientasi pada efisiensi tinggi.
Ferrari menggambarkan Luce sebagai sedan mewah bergaya retro-futuristik dengan desain “cangkang” aerodinamis tanpa lekukan terputus dari bagian depan hingga belakang. Buritan mobil menggunakan desain kammtail yang dipotong untuk meningkatkan efisiensi aliran udara.
Seluruh bodi mobil menggunakan panel aluminium ringan yang dirancang mendukung aerodinamika, pendinginan, hingga stabilitas kecepatan tinggi tanpa memerlukan spoiler besar atau perangkat aero aktif mencolok seperti mobil performa tinggi pada umumnya.
Lampu depan dan belakang dibuat menyatu secara halus dengan desain bodi, termasuk sistem wiper kaca depan yang dibuat seminimal mungkin demi menjaga hambatan udara tetap rendah.
Secara dimensi, Ferrari Luce memiliki panjang 5.026 mm, lebar 1.999 mm, dan tinggi 1.544 mm. Ukuran tersebut membuatnya sedikit lebih panjang dari Ferrari Purosangue, namun lebih rendah dan ramping.
Ferrari menyebut pusat gravitasi Luce berada 95 mm lebih rendah dibanding Purosangue karena paket baterai ditempatkan di lantai kendaraan. Mobil ini dibangun menggunakan platform baru khusus kendaraan listrik Ferrari.
Aerodinamika Aktif
Salah satu fitur paling menarik terletak pada sistem aerodinamika aktifnya. Sirip aktif di bagian depan secara otomatis mengatur aliran udara untuk membantu pendinginan sekaligus meningkatkan performa saat mobil melaju dalam berbagai mode berkendara.
Ferrari juga memasang ventilasi khusus di area roda depan dan belakang untuk mengoptimalkan sirkulasi udara. Mobil ini menggunakan roda terbesar yang pernah dipasang Ferrari pada mobil jalan raya, yakni 23 inci di depan dan 24 inci di belakang. Untuk mendukung performa ekstrem, Ferrari Luce dibekali rem karbon-keramik berukuran 390 mm di depan dan 372 mm di belakang.
Masuk ke interior, nuansa Apple terasa sangat kuat melalui desain kabin minimalis dan integrasi teknologi digital yang modern. Ferrari menyebut sistem Human Machine Interface (HMI) Luce menjadi standar baru untuk mobil masa depan.
Setir aluminium bergaya retro tetap mempertahankan tombol fisik untuk fungsi penting. Sementara layar utama dipasang menggunakan dudukan putar yang bisa diarahkan ke pengemudi atau penumpang.
Ferrari tetap mempertahankan kenop fisik untuk pengaturan iklim dan volume suara, sebuah pendekatan yang disebut lebih intuitif dibanding kontrol sentuh sepenuhnya.
Detail lain yang mencuri perhatian adalah visualisasi suhu kabin menggunakan gradasi warna digital yang berubah sesuai temperatur aktual di dalam mobil.
Ferrari Luce juga memiliki mode launch control unik yang diaktifkan melalui pegangan khusus di atap kendaraan. Saat diaktifkan, kabin memancarkan cahaya oranye dan instrumen digital menampilkan instruksi akselerasi penuh.
Pengisian Daya Cepat
Di balik performanya, Ferrari Luce menggunakan baterai 122 kWh dengan arsitektur 800 volt. Sistem tersebut memberi daya kepada total 12 motor listrik, termasuk empat motor utama penggerak roda.
Empat motor utama menghasilkan total tenaga hingga 772 kW dan torsi 990 Nm pada motor. Ferrari mengklaim torsi yang diteruskan ke roda dapat mencapai 11.500 Nm melalui sistem gearbox independen pada masing-masing roda.
Motor depan menghasilkan tenaga 210 kW dan torsi 280 Nm, sedangkan motor belakang menghasilkan 620 kW dan torsi 710 Nm. Ferrari juga membekali Luce dengan pengisian cepat hingga 350 kW serta port charger di kedua sisi kendaraan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna.
Dalam mode efisiensi atau Range Mode, motor depan dapat dipisahkan secara otomatis untuk menghemat energi. Ferrari mengklaim jarak tempuh Luce mencapai hingga 530 kilometer berdasarkan standar WLTP.
Peluncuran Ferrari Luce menandai era baru Ferrari di tengah percepatan transisi industri otomotif global menuju kendaraan listrik. Sebelumnya, sejumlah produsen mobil mewah seperti Porsche melalui Taycan, Lotus lewat Emeya, hingga Tesla dengan Model S Plaid juga telah lebih dulu menghadirkan sedan listrik performa tinggi.
Namun Ferrari menilai Luce bukan sekadar kendaraan listrik biasa, melainkan simbol kemampuan rekayasa aerodinamika dan teknologi masa depan mereka. Ferrari juga mengakui desain Luce mungkin tidak akan langsung diterima seluruh penggemar setia mereka.
Meski begitu, perusahaan melihat model ini sebagai langkah strategis untuk menjangkau generasi pembeli baru di era elektrifikasi otomotif global.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar