Periskop.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (kode saham: BBRI) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Jumat (10/4) menyepakati pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp52,1 triliun atau Rp346,00 per saham. Angka tersebut telah termasuk dividen interim sebesar Rp137 per saham atau Rp20,6 triliun yang telah dibayarkan pada 15 Januari 2026.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat, menyampaikan, keputusan pembagian dividen final ini merupakan wujud nyata komitmen perseroan dalam memberikan return yang optimal bagi pemegang saham. Hal ini didukung oleh kinerja keuangan yang solid serta pengelolaan risiko yang terjaga.

“Pembagian dividen ini didasarkan pada kinerja perseroan yang tetap positif, yang ditopang oleh penguatan pada segmen UMKM sebagai core business BRI, serta akselerasi transformasi digital yang terus memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan efisiensi operasional,” kata Hery.

Kinerja Keuangan
Pembagian dividen mengacu pada kinerja keuangan laba tahun berjalan konsolidasian perseroan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp56,65 triliun.

Perseroan menyampaikan, penetapan dividen final ini juga telah memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Anggaran Dasar Perseroan. Hery menambahkan, pembagian dividen ini tidak hanya mencerminkan kinerja perseroan yang solid, tetapi juga menunjukkan fundamental bisnis BRI yang kuat dan berkelanjutan.

“Sebagai bagian dari Danantara, pembagian dividen ini juga merupakan bentuk kontribusi nyata BRI dalam mendukung pembangunan nasional, sejalan dengan peran perseroan dalam memperkuat pembiayaan UMKM dan mendorong transformasi ekonomi berbasis inklusi keuangan,” kata tutup Hery.