periskop.id - PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menutup tahun 2025 dengan kinerja yang solid, ditandai dengan lonjakan laba bersih sebesar 26,6% menjadi Rp2,7 triliun. Pencapaian ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan bersih tahunan yang meningkat 13,9% menjadi Rp43,1 triliun, mencerminkan daya tahan bisnis perseroan di tengah kondisi makroekonomi yang masih menantang.

Corporate Communications, and Sustainability MAP Group Ratih D. Gianda mengatakan hasil kinerja yang positif di 2025 ini didukung oleh eksekusi yang disiplin sehingga menghasilkan pertumbuhan stabil di seluruh lini bisnis. Secara bersamaan, permintaan pelanggan tetap kuat sepanjang tahun dan semakin meningkat di kuartal ke-4 setelah peluncuran iPhone 17 pada pertengahan Oktober.

"Momentum tersebut berlanjut hingga periode libur akhir tahun yang turut memperkuat pencapaian Perusahaan, meskipun di tengah tantangan makroekonomi yang masih berlangsung,” ucapnya dalam keterbukaan informasi BEI Selasa (31/3).

Dari sisi operasional, peritel gaya hidup terkemuka di Indonesia ini juga mencatat laba kotor sebesar Rp18,0 triliun, sementara laba usaha tumbuh 15,6% menjadi Rp4,0 triliun dan EBITDA mencapai Rp7,3 triliun.

Selanjutnya, kinerja impresif juga terlihat pada kuartal keempat 2025, di mana laba bersih melonjak 92,2% menjadi Rp1,0 triliun. Lonjakan ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 27,7% menjadi Rp13,0 triliun, serta peningkatan laba usaha 41,7% menjadi Rp1,5 triliun dan EBITDA sebesar Rp2,4 triliun.

Seiring dengan pencapaian tersebut, MAP terus memperkuat fondasi bisnis melalui optimalisasi manajemen inventori dan penyempurnaan proses operasional guna menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas.

Sepanjang tahun, MAP juga memperluas portofolio brand dengan menghadirkan sejumlah brand global ternama, termasuk Gianvito Rossi, Abercrombie & Fitch, Omorovicza, dan Atelier Rebul. Berlandaskan kinerja di tahun 2025, fokus perusahaan nantinya akan mengoptimalkan sinergi di seluruh segmen dengan memperkuat hubungan antara brand dan pelanggan, serta melakukan ekspansi yang terukur untuk mendukung pertumbuhan.

"Pada saat yang sama, kami tetap berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi operasional sebagai fondasi bisnis yang lebih resilient dan siap menghadapi masa depan di tengah ketidakpastian makroekonomi”, tutup Ratih.