Periskop.id - Presiden AS Donald Trump menegaskan kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran sudah tidak berlaku lagi. Pernyataan itu disampaikannya menyusul serangan terbaru Iran ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Teheran mengklaim telah menyerang fasilitas militer AS di Bahrain dan Kuwait sebagai balasan atas serangan Washington ke target-target Iran. Serangan AS itu sendiri merupakan respons atas aksi Iran sebelumnya yang menyerang kapal-kapal tanker di Selat Hormuz.
"Pertanyaan yang sangat menarik. Menurut saya, kesepakatan itu sudah berakhir. Saya tidak ingin berurusan lagi dengan mereka," kata Trump kepada wartawan di Ankara, sesaat sebelum menghadiri KTT NATO di Turki, sebagaimana dilaporkan Reuters.
Trump kala itu ditanya soal status nota kesepahaman (MoU) yang disepakati sebulan sebelumnya. Ia menjawab secara tegas bahwa dirinya menganggap perjanjian itu sudah gugur.
"Mereka adalah sampah. Mereka adalah orang-orang yang sakit. Mereka dipimpin oleh orang-orang yang sakit," ujarnya.
"Sejauh menyangkut saya, berurusan dengan mereka hanyalah membuang-buang waktu," tambah Trump.
Trump sebelumnya memperingatkan bahwa perang akan memicu "bencana ekonomi" apabila konflik terus berlanjut. Namun kini ia menghadapi tekanan politik yang sama besarnya untuk mengakhiri konflik tersebut.
Hingga saat ini belum ada kejelasan apakah pernyataan Trump bahwa kesepakatan gencatan senjata telah "berakhir" akan diikuti langkah militer baru dari Washington atau hanya menjadi sinyal politik untuk meningkatkan tekanan terhadap Teheran.
Tinggalkan Komentar
Komentar