Periskop.id — Inggris berhasil melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Norwegia 2-1 lewat babak tambahan waktu di Stadion Miami, Amerika Serikat, Minggu (12/7) WIB. Namun, kemenangan itu tidak sepenuhnya membuat pelatih Thomas Tuchel puas.

The Three Lions sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Andreas Schjelderup pada menit ke-36. Jude Bellingham kemudian menjadi penyelamat Inggris lewat dua golnya, masing-masing pada menit 45+2 dan menit ke-93, untuk memastikan timnya melaju ke empat besar. Kemenangan ini membuat Inggris akan menghadapi pemenang laga Argentina melawan Swiss di semifinal.

Meski hasil akhirnya membawa Inggris selangkah lebih dekat ke final, Tuchel menilai performa timnya masih jauh dari standar yang dibutuhkan untuk menjadi juara. Ia menyebut Inggris terlalu banyak membuat pertandingan menjadi sulit bagi diri sendiri.

"Hari ini kami mempersulit diri sendiri. Hasilnya memang fantastis karena kami lolos ke semifinal, tetapi saya tidak senang dengan penampilan kami. Kami beruntung hari ini. Kami harus bermain lebih baik," kata Tuchel seperti dikutip laman FIFA, Minggu.

Kritik Tuchel cukup beralasan. Inggris tidak tampil dominan sepanjang laga dan beberapa kali berada dalam tekanan. Norwegia bahkan sempat mencetak gol kedua melalui Torbjørn Heggem pada menit ke-56, tetapi gol itu dianulir setelah tinjauan video karena Erling Haaland dinilai melakukan pelanggaran di kotak penalti.

Selain itu, gol penyama kedudukan Inggris juga menyisakan kontroversi. AP mencatat proses sebelum gol Bellingham pada akhir babak pertama diperdebatkan karena bola terlihat seperti mengenai kabel kamera udara sebelum jatuh ke area pemain Inggris. Jika kontak itu terdeteksi, permainan semestinya dihentikan dan dimulai ulang dengan drop ball.

Duel Penuh Drama

The Guardian juga menggambarkan laga tersebut sebagai duel yang penuh drama, fisik, kontroversi, dan dipengaruhi cuaca panas Miami. Inggris memang lolos, tetapi tidak melalui permainan yang benar-benar nyaman. Kemenangan baru ditentukan saat extra time setelah tembakan Morgan Rogers gagal ditangkap sempurna oleh kiper Norwegia Ørjan Nyland dan bola muntah disambar Bellingham.

Bellingham sendiri menilai kemenangan Inggris lahir dari mentalitas pantang menyerah. Gelandang tersebut menjadi tokoh utama karena mencetak dua gol dalam laga yang berjalan tidak ideal bagi timnya.

"Karakter dan kegigihan membawa kami melewati pertandingan ini. Bahkan ketika permainan kami tidak berjalan baik, kami memberikan segalanya," ujar Bellingham.

Kemenangan atas Norwegia membuat Inggris mencapai semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2018. Hasil ini sekaligus menghentikan perjalanan terbaik Norwegia di turnamen, setelah sebelumnya mereka membuat kejutan dengan menyingkirkan Brasil di babak 16 besar.

Bagi Tuchel, tiket semifinal tidak boleh menutup kekurangan yang terlihat jelas. Inggris dinilai masih perlu memperbaiki kontrol permainan, konsentrasi bertahan, dan efektivitas dalam membangun serangan jika ingin melangkah lebih jauh.

Dengan performa seperti melawan Norwegia, Inggris memang masih bisa bertahan. Namun, untuk menghadapi Argentina atau Swiss di semifinal, Tuchel memberi pesan tegas: keberuntungan saja tidak cukup.