Periskop.id - Inggris lolos ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Norwegia 2-1 lewat babak tambahan waktu di Stadion Hard Rock, Miami. Norwegia sempat unggul lebih dulu lewat Andreas Schjelderup pada menit ke-36, tetapi Jude Bellingham menyamakan skor pada injury time babak pertama dan kemudian mencetak gol kemenangan pada menit ke-93.
Inggris memulai laga dengan dua perubahan penting dari pertandingan sebelumnya. Ezri Konsa dimainkan di posisi bek kanan menggantikan Jarell Quansah yang terkena skorsing, John Stones kembali ke jantung pertahanan, dan Noni Madueke dipilih sebagai starter di sisi kanan serangan. Guardian juga mencatat Jordan Pickford menjalani penampilan ke-18 di Piala Dunia, melewati rekor Peter Shilton sebagai penjaga gawang Inggris dengan penampilan terbanyak di putaran final.
Norwegia juga melakukan satu perubahan. Andreas Schjelderup, yang sebelumnya memberi dua assist saat Norwegia menyingkirkan Brasil, masuk sebagai starter menggantikan Antonio Nusa. Keputusan itu terbukti penting karena Schjelderup menjadi pencetak gol pembuka laga.
Pada awal pertandingan, Inggris lebih dominan dalam penguasaan bola.
Namun, Norwegia terlihat nyaman menunggu momentum lewat transisi cepat dan bola langsung ke area depan. Kondisi pertandingan juga berat karena cuaca Miami sangat panas. Guardian melaporkan suhu di stadion sekitar 33 derajat Celsius, dengan sensasi panas mencapai 41 hingga 42 derajat Celsius karena kelembapan tinggi.
Norwegia mengejutkan Inggris pada menit ke-36. Schjelderup melepaskan tembakan yang mengenai tiang kanan sebelum masuk ke gawang Jordan Pickford. Gol itu membuat Inggris tersentak setelah sebelumnya mendominasi penguasaan bola.
Inggris akhirnya menyamakan kedudukan pada masa injury time babak pertama. Jude Bellingham menyelesaikan peluang dari jarak dekat untuk membuat skor menjadi 1-1. Namun, gol ini memicu kontroversi karena sesaat sebelumnya bola dari tendangan gawang Norwegia terlihat seperti menyentuh kabel kamera udara sebelum jatuh ke area pemain Inggris. AP menulis, jika kontak dengan kabel itu terdeteksi, permainan semestinya dihentikan dan dimulai kembali dengan drop ball.
Babak Kedua
Babak kedua berlangsung lebih terbuka. Norwegia hampir kembali unggul pada menit ke-56 ketika Torbjørn Heggem menyambar bola rebound dari situasi sepak pojok. Namun, gol itu dianulir setelah tinjauan video karena Erling Haaland dinilai melakukan pelanggaran di kotak penalti. AP juga mencatat Haaland sempat mendapat peluang lewat sundulan jarak dekat pada babak pertama, tetapi masih bisa digagalkan Pickford.
Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir. Laga ini bisa dibilang, terus berayun dari satu tim ke tim lain, dengan momentum berganti-ganti dan tidak ada tim yang benar-benar mampu memegang kendali penuh. Inggris pun untuk pertama kalinya di turnamen ini harus bermain hingga extra time.
Gol penentu datang pada menit ke-93. Morgan Rogers melepaskan tembakan jarak jauh yang gagal ditangkap sempurna oleh kiper Norwegia, Ørjan Nyland. Bellingham bergerak cepat menyambar bola muntah dan menuntaskannya menjadi gol kedua Inggris. Gol itu lahir dari kesalahan fatal Nyland, plus keberanian Bellingham terus menyerang ruang dan berjudi pada bola pantul.
Norwegia sempat mencoba menekan setelah tertinggal. Mereka juga mendapat suntikan energi ketika Inggris sempat diberi penalti pada extra time setelah Djed Spence jatuh di kotak penalti, tetapi keputusan itu kemudian diperiksa lewat VAR dan tidak berujung gol. Situasi tersebut sempat mengangkat kembali semangat pendukung Norwegia.
Di fase akhir, Inggris memilih lebih pragmatis. Thomas Tuchel melakukan penyesuaian taktik dan memperkuat struktur bertahan. The Times mencatat kualitas pemain pengganti Inggris menjadi salah satu pembeda pada extra time, sementara Norwegia mulai terlihat kelelahan. Haaland bahkan ditarik keluar pada babak kedua extra time dan digantikan Jørgen Strand Larsen.
Titik Balik Laga
Titik balik pertama terjadi pada gol penyama kedudukan Bellingham sebelum turun minum. Gol itu membuat Inggris kembali hidup setelah sempat tertinggal dan berada dalam tekanan psikologis. Meski kontroversial karena dugaan bola mengenai kabel spidercam, gol tersebut tetap disahkan dan mengubah suasana pertandingan.
Titik balik kedua adalah gol Heggem yang dianulir pada menit ke-56. Jika gol itu disahkan, Norwegia akan unggul 2-1 dan jalannya laga bisa berbeda total. Keputusan VAR membuat Inggris tetap berada dalam permainan.
Titik balik terakhir adalah kesalahan Nyland pada menit ke-93. Dalam laga seketat ini, satu bola muntah menjadi pembeda. Bellingham menunjukkan naluri gelandang modern yang tidak hanya mengatur permainan, tetapi juga hadir di kotak penalti pada momen paling menentukan.
Apapun itu, kemenangan ini mengantar Inggris ke semifinal Piala Dunia 2026. The Three Lions akan menghadapi pemenang Argentina vs Swiss. Bagi Inggris, ini menjadi semifinal Piala Dunia pertama sejak 2018.
Inggris terakhir mencapai semifinal delapan tahun sebelumnya, sementara Norwegia mencatat perjalanan terdalam mereka sepanjang sejarah Piala Dunia sebelum akhirnya terhenti di perempat final.
Norwegia pulang dengan kepala tegak. Mereka menyingkirkan Brasil pada babak sebelumnya dan hampir membuat Inggris tersingkir lewat permainan disiplin, fisik, dan transisi cepat. Namun, di level perempat final, detail kecil seperti gol yang dianulir, kontroversi kabel kamera, dan kesalahan kiper menjadi pembeda.
Inggris memang menang bukan dengan cara yang dominan, melainkan dengan daya tahan, kedalaman skuad, dan ketajaman Bellingham pada momen besar. Norwegia memberi perlawanan serius dan sempat terlihat mampu membuat kejutan, tetapi Inggris lebih kuat dalam mengelola fase akhir pertandingan.
Skor 2-1 setelah extra time menggambarkan pertandingan yang ketat, emosional, dan penuh drama. Bellingham sekali lagi menjadi pembeda, sementara Inggris melanjutkan mimpi menuju final Piala Dunia 2026.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar