Periskop.id - Singapura selama ini dikenal sebagai salah satu negara yang ramah bagi startup. Bukan hanya karena pajaknya lebih kompetitif dan regulasinya relatif sederhana, tetapi juga karena pemerintahnya punya berbagai program untuk membantu bisnis baru tumbuh sejak tahap awal.
Salah satu program yang cukup penting dalam ekosistem startup Singapura adalah Startup SG Founder. Program ini dirancang untuk membantu calon pendiri startup yang baru pertama kali membangun bisnis agar tidak berjalan sendirian, terutama dalam urusan modal, mentoring, dan akses jaringan bisnis.
Startup SG Founder adalah program dari Pemerintah Singapura yang dibuat untuk membantu calon pendiri startup pemula membangun bisnis inovatif.
Lewat program ini, founder yang baru pertama kali mendirikan startup bisa mendapatkan dua bentuk dukungan utama, yaitu bantuan dana dan pendampingan bisnis. Jadi, program ini tidak hanya memberi modal, tetapi juga membantu founder memahami cara mengembangkan ide bisnis, mencari investor, mengelola administrasi, dan membangun jaringan.
Program Startup SG Founder dijalankan oleh Enterprise Singapore (EnterpriseSG) yang merupakan lembaga pemerintah Singapura yang bertugas mendukung pertumbuhan bisnis, inovasi, dan ekspansi perusahaan.
Founder Baru Bisa Dapat Hibah hingga S$50.000
Melalui Startup SG Founder, pendiri startup pemula bisa mengajukan hibah dengan nilai mulai dari S$20.000 hingga S$50.000.
Namun, hibah ini menggunakan skema 1 banding 1. Artinya, jumlah bantuan yang diberikan pemerintah harus diimbangi dengan modal dari pihak founder atau investor.
Sebagai contoh, jika founder ingin mengajukan hibah sebesar S$20.000, maka founder juga harus menyiapkan modal pendamping sebesar S$20.000. Modal ini menunjukkan bahwa pendiri startup juga ikut berkomitmen secara finansial terhadap bisnis yang dibangun.
Dalam program ini, founder harus bekerja sama dengan Accredited Mentor Partners (AMP).
AMP adalah mitra mentor resmi yang sudah diakui oleh EnterpriseSG. Tugasnya adalah mendampingi founder dalam proses membangun startup, mulai dari menyiapkan ide bisnis, menyusun strategi, hingga mengajukan aplikasi hibah ke EnterpriseSG.
Dukungan yang diberikan AMP bisa mencakup pelatihan pitching, akses networking, serta bantuan administrasi dan akuntansi.
Modal pendamping tidak harus seluruhnya berasal dari uang pribadi founder. Dana tersebut juga bisa berasal dari investasi AMP atau pihak ketiga.
Investasi itu bisa diberikan dalam bentuk convertible notes atau SAFE notes.
Meski begitu, pemohon tetap wajib menyediakan setidaknya 50% dari modal pendamping dalam bentuk modal disetor yang tercatat secara resmi di ACRA Bizfile yang merupakan sistem resmi di Singapura untuk mencatat data perusahaan, termasuk informasi legal dan struktur bisnis.
Kenapa Program Ini Penting untuk Startup Singapura?
Mulai 1 April 2024, EnterpriseSG menerapkan perubahan pada skema dukungan dan kriteria kelayakan Startup SG Founder.
Perubahan ini dibuat agar program tersebut bisa menjangkau lebih banyak tipe founder. Tidak hanya founder pemula, program ini juga membuka ruang bagi orang-orang yang memiliki pengalaman dan keahlian khusus untuk ikut terlibat dalam tim pendiri startup.
Misalnya peneliti, ilmuwan, hingga insinyur bisa bergabung sebagai bagian dari tim pendiri, termasuk secara paruh waktu.
Program ini juga memungkinkan wirausaha serial ikut terlibat. Adapun, wirausaha serial adalah orang yang sudah pernah membangun beberapa bisnis atau startup sebelumnya.
Kehadiran mereka bisa membantu founder pemula karena mereka biasanya punya pengalaman dalam mengelola bisnis, mencari pendanaan, dan menghadapi tantangan pasar.
Sederhananya, Startup SG Founder menjadi salah satu cara Singapura memperkuat ekosistem startupnya. Pemerintah tidak hanya membantu dari sisi modal, tetapi juga memastikan founder baru mendapat arahan dari mentor yang berpengalaman.
Dengan adanya pendanaan, pelatihan pitching, akses investor, bantuan administrasi, dan dukungan akuntansi, founder pemula bisa lebih siap membangun bisnis sejak tahap awal.
Program ini juga menunjukkan mengapa Singapura sering dianggap sebagai salah satu negara yang ramah terhadap startup. Dukungan pemerintahnya dibuat cukup terstruktur, mulai dari modal awal, mentor, jaringan bisnis, hingga akses ke ekosistem inovasi yang lebih luas.
Tinggalkan Komentar
Komentar