Periskop.id - Apa yang sebenarnya membuat sebuah negara dianggap menjadi kuat di panggung internasional? Selama berabad-abad, kekuatan militer konvensional kerap menjadi faktor penentu utama yang tidak terbantahkan. 

Namun, dalam lanskap modern yang semakin kompleks, pengaruh global suatu bangsa kini ikut dibentuk oleh berbagai variabel baru yang dinamis. Bobot ekonomi, kepemimpinan di bidang teknologi, kepemilikan sumber daya strategis, hingga jangkauan diplomatik kini menjadi pilar penting yang menentukan posisi tawar sebuah negara di mata dunia.

Menariknya, kekuatan suatu bangsa kini tidak hanya diukur dari angka-angka absolut di atas kertas. Sudut pandang publik global atau persepsi internasional justru memegang peranan yang sangat krusial. 

Realitas ini tercermin dalam 2026 Best Countries Index yang dirilis oleh University of Pennsylvania Wharton School, sebagaimana dihimpun oleh Visual Capitalist.

Alih-alih mengukur kekuatan militer atau ekonomi secara langsung, pemeringkatan ini mencerminkan bagaimana para responden memandang pengaruh keseluruhan dari setiap negara. 

Peta Kekuatan Global 2026

Sistem penilaian dalam indeks ini menggunakan metode skor kekuatan relatif. Negara yang menempati peringkat teratas akan memperoleh skor sempurna 100,0, sementara seluruh skor negara lainnya dihitung secara relatif terhadap negara pemimpin tersebut.

Berikut adalah daftar 10 negara paling kuat di dunia pada 2026, ditambah dengan posisi Indonesia berdasarkan indeks persepsi global tersebut:

PeringkatNegaraSkor Kekuatan Relatif 2026
1Amerika Serikat100,0
2China93,6
3Rusia91,4
4Inggris84,3
5Jerman74,1
6Korea Selatan62,7
7Arab Saudi61,0
8Prancis59,5
9Jepang59,0
10Uni Emirat Arab58,6
33Indonesia12,1

AS, China, dan Rusia di Kelas Tersendiri

Berdasarkan data di atas, terlihat jelas bahwa Amerika Serikat (AS), China, dan Rusia membentuk kelompok elite atau kelompok teratas yang berada di kelas tersendiri. 

AS terbukti masih mempertahankan takhtanya sebagai negara paling kuat di dunia sekaligus berada di pusat perekonomian global.

Kendati demikian, posisi AS kini ditempel sangat ketat oleh China yang berada di peringkat kedua. Dalam pemeringkatan berbasis persepsi survei ini, rivalitas kekuatan besar semakin intens lantaran dipengaruhi oleh cengkeraman kuat China atas mineral tanah jarang, jaringan hubungan dagang yang sangat luas, serta kecanggihan militer yang terus meningkat secara masif. 

Di samping itu, China secara faktual juga memiliki militer aktif terbesar di dunia yang diperkuat oleh sekitar dua juta personel.

Sementara itu, Rusia kokoh mengamankan peringkat ketiga secara keseluruhan. Posisi yang sangat tinggi ini cukup kontras mengingat Rusia sebenarnya memiliki ukuran ekonomi yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan beberapa negara yang berada di bawah peringkatnya. 

Tingginya skor Rusia ini mencerminkan kuatnya persepsi dunia terhadap kapasitas berkelanjutan dari kemampuan militer mereka, kepemilikan nuklir, kelimpahan sumber daya energi, hingga jangkauan geopolitiknya yang luas di berbagai kawasan.

Indonesia Peringkat 33, Apa Artinya?

Indonesia berada di peringkat ke-33 dengan skor kekuatan relatif 12,1. Posisi ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki pengaruh global, tetapi belum masuk kelompok negara yang dipersepsikan sebagai kekuatan utama dunia.

Sebagai negara dengan populasi besar, ekonomi terbesar di Asia Tenggara, anggota G20, dan pemilik sumber daya alam melimpah, Indonesia sebenarnya memiliki modal besar untuk meningkatkan pengaruh global. Namun, persepsi kekuatan tidak hanya ditentukan oleh potensi, melainkan juga oleh kemampuan negara mengubah potensi itu menjadi pengaruh nyata.

Indonesia masih perlu memperkuat beberapa aspek, seperti kualitas industri, daya saing teknologi, diplomasi ekonomi, kekuatan pertahanan, pendidikan tinggi, inovasi, dan konsistensi kebijakan luar negeri. Jika aspek tersebut berkembang, persepsi global terhadap Indonesia bisa ikut meningkat.