Periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi gugatan yang diajukan Koalisi Anti-Pencucian Uang Danantara terhadap Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), khususnya Pasal 50A yang mengatur penerbitan Patriot Bond.

‎Purbaya mengatakan pemerintah menghormati proses hukum yang tengah berjalan di Mahkamah Konstitusi (MK) dan memilih menunggu putusan atas gugatan tersebut.

‎"Kita lihat aja gimana hasil gugatannya," ujar Purbaya kepada media, Jakarta, Selasa (14/7).

‎Ia menegaskan pihaknya akan menyiapkan pembelaan hukum secara maksimal untuk mempertahankan kebijakan tersebut. Menurutnya, pemerintah telah menugaskan para ahli hukum guna memastikan argumentasi yang diajukan dalam persidangan dapat dipertanggungjawabkan.

‎"Ya biar aja. Gugatnya ke MK ya? Kita lihat hasilnya seperti apa. Strategi saya berdoa. Saya kirim ahli-ahli hukum yang betul. Untuk memastikan bahwa kebijakan kita bisa kita pertahankan," terang dia.

‎Purbaya menambahkan, pemerintah siap mempertanggungjawabkan kebijakan Patriot Bond, baik kepada masyarakat maupun di hadapan hukum.

‎"Dan kita bertanggung jawabkan ke masyarakat dan di mata hukum," imbuhnya.

Sebagai informasi, Purbaya menanggapi kekhawatiran bahwa ketentuan perlindungan hukum bagi investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond berpotensi membuka celah praktik pencucian uang.

‎Menurut Purbaya, tujuan utama kebijakan tersebut adalah mendorong dana yang selama ini berada di luar sistem keuangan domestik agar masuk ke dalam perekonomian nasional dan dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan pembangunan.

‎"Dari pada uangnya di luar terus. Biar dia masuk ke sistem, ya emang ada loss sedikit," kata Purbaya kepada media, Jakarta, Selasa (23/6).

‎Menanggapi pertanyaan mengenai potensi penyalahgunaan kebijakan tersebut, Purbaya mengakui bahwa setiap kebijakan memiliki konsekuensi. Namun, ia menilai manfaat yang diperoleh dari masuknya dana ke dalam sistem keuangan nasional lebih besar dibandingkan potensi kerugiannya.

‎"Tapi, menurut saya sih, gampangnya kan uangnya masuk ke ekonomi kita. Kita bisa pakai untuk membangun," tegas dia.