Periskop.id - Ketua Umum Asosiasi Mitra BGN Syawaludin Aweng menyoroti pola kemitraan yang dinilai tidak setara antara mitra penyedia dapur dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Ia menyebut mitra kerap dijadikan pihak yang disalahkan ketika muncul masalah pengawasan di lapangan.
Syawaludin menjelaskan, mitra hanya bertugas menyediakan fasilitas seperti dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, urusan pengawasan program sepenuhnya berada di luar kendali mitra, namun mitra tetap menanggung akibat jika terjadi persoalan.
"Ini soal kemitraan yang tidak sejajar, ini soal kemitraan yang tidak adil antara kami mitra dengan Badan Gizi Nasional," kata Syawaludin dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7).
Ia menambahkan, pihak yang sebenarnya bertanggung jawab atas pengawasan program bukan berasal dari kalangan mitra. Kendati begitu, mitra tetap menjadi sasaran ketika ditemukan penyimpangan di lapangan.
Syawaludin menyebutkan, konsekuensi dari kondisi tersebut membuat mitra rawan terkena suspensi begitu ada masalah pengawasan yang muncul. Ia menilai situasi ini menempatkan mitra dalam posisi rentan meski secara operasional mereka disebut hanya berperan sebagai penyedia fasilitas.
Ketimpangan ini, menurut Syawaludin, juga membuat mitra kerap mendapat citra buruk di ranah publik. Ia mengeklaim informasi yang keliru soal peran mitra bahkan sempat sampai ke tingkat Presiden.
Ia menegaskan, pihaknya datang ke DPR untuk memperjuangkan kesetaraan posisi antara mitra dan pemerintah dalam program ini. Ia menyebut hubungan tersebut semestinya berjalan sebagai kemitraan strategis, bukan relasi timpang antara satu pihak yang berkuasa dan pihak lain yang selalu disalahkan.
Syawaludin turut menyampaikan, pemerintah punya kepentingan menjalankan program, sementara mitra memiliki kebutuhan usaha untuk mendukung fasilitasi program tersebut. Ia menilai kedua kepentingan ini semestinya diperlakukan setara, bukan satu pihak mendominasi pihak lain.
RDPU ini turut dihadiri sejumlah kelompok mitra lain, di antaranya konsorsium lima organisasi serta Forum Investor 3T Sumatera Barat, yang sama-sama menyampaikan aspirasi soal pelaksanaan program MBG di berbagai daerah.
"Kalau kemudian ini dikecewakan kami semua, kami siap gembok-gembok secara nasional," ujar Syawaludin.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar