Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkap Indonesia punya cadangan compressed natural gas (CNG) dalam jumlah sangat besar. Ia menyebut, potensi ini berbeda jauh dengan kondisi liquefied petroleum gas (LPG) yang masih bergantung pada impor.

Prabowo menegaskan, Indonesia sama sekali tidak kekurangan pasokan CNG. Menurutnya, cadangan gas jenis ini tersedia dalam jumlah yang sangat banyak di dalam negeri.

"Kalau LPG masih kita import. CNG kita sangat banyak, sangat-sangat banyak," kata Prabowo dalam peluncuran B50 di Rest Area KM 57 Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7).

Ia mencontohkan Jawa Tengah sebagai wilayah yang penggunaan CNG-nya sudah berjalan dalam skala besar. Prabowo menyebut, praktik pemanfaatan CNG di provinsi tersebut akan terus dilanjutkan dan dikembangkan.

Menurutnya, potensi CNG bukan hanya milik satu wilayah tertentu. Ia menyebut, cadangan gas jenis ini sebenarnya tersebar merata di seluruh Indonesia.

"Di Jawa Tengah penggunaan CNG sudah sudah sangat banyak. Dan akan kita teruskan. Dan CNG ada di seluruh Indonesia," ujar Prabowo.

Selain menyoroti CNG, Prabowo turut mengungkap temuan teknologi baru untuk mengolah batu bara jadi gas. Ia menyebut, teknologi ini bisa memanfaatkan batu bara yang letaknya sangat dalam di bawah tanah.

Potensi dari teknologi tersebut, menurutnya, masih belum tergarap sama sekali. Prabowo menilai, ini jadi salah satu sumber energi tambahan yang bisa dikembangkan ke depan.

Pemaparan soal CNG ini disampaikan Prabowo dalam konteks yang lebih luas, yakni kekayaan sumber daya energi Indonesia. Ia sebelumnya juga menyinggung cadangan geothermal besar, cadangan batu bara yang jadi salah satu terbesar dunia, serta temuan ladang gas baru di Andaman, Masela, Natuna, dan Kalimantan.

"Di tengah krisis dunia, Indonesia ternyata punya kekuatan. Kita tidak meremehkan kesulitan, tapi kita terus menyiapkan diri," pungkas Prabowo.