Periskop.id - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengklaim implementasi biodiesel B50 mendorong penghematan devisa negara hingga Rp170 triliun. Angka ini disebut naik dibandingkan capaian program B40 sebelumnya.
Ia menuturkan, penghematan devisa pada program B40 tercatat sekitar Rp133 triliun. Menurutnya, kenaikan signifikan tersebut sejalan dengan berkurangnya kebutuhan impor solar nasional.
"Kurang lebih sekitar 133 triliun, Bapak Presiden. Pada program B40. Nah dengan implementasi B50 itu ternyata 170 triliun. Jadi dari B40 ke B50 kita bisa menambah menahan devisa kita 170 T," kata Bahlil dalam Peluncuran B50 di Rest Area KM 57 Cikampek, Karawang, Kamis (9/7).
Bahlil menjelaskan, kenaikan penghematan devisa ini berbanding lurus dengan penurunan volume impor solar. Ia menyebut langkah ini sebagai dampak langsung dari semakin besarnya porsi bahan bakar nabati dalam campuran biodiesel.
Selain penghematan devisa, Bahlil turut melaporkan sejumlah indikator ekonomi lain yang ikut membaik. Ia menyebut nilai tambah industri CPO naik dari Rp20,92 triliun menjadi Rp23,49 triliun sejak B50 diterapkan.
"Meningkatkan penyerapan tenaga kerja dari sekitar 1,8 juta orang pada program B40 menjadi 2,1 juta tenaga kerja dengan B50," ujar Bahlil, merinci dampak program ini terhadap sektor ketenagakerjaan.
Ia menambahkan, kebutuhan CPO nasional turut terkerek naik dari 15,2 juta ton menjadi kisaran 16,3 juta hingga 17 juta ton. Bahlil menilai kenaikan permintaan ini bisa memberi kepastian pasar bagi petani sawit di dalam negeri.
Dari sisi lingkungan, Bahlil melaporkan penerapan B50 turut menekan emisi gas rumah kaca. Ia menyebut angka penurunan emisi CO2 naik dari 39,66 juta ton menjadi sekitar 44,46 juta ton dibandingkan program B40.
Bahlil menjelaskan, capaian penghematan devisa ini merupakan hasil dari kerja lintas kementerian yang dikoordinasikan Menko Perekonomian. Ia menyebut proses persiapan B50 melibatkan uji coba selama enam bulan pada berbagai sektor sebelum resmi diluncurkan.
Program mandatori biodiesel B50 merupakan kelanjutan dari implementasi B35 dan B40 yang sudah lebih dulu berjalan. Bahlil melaporkan peluncuran ini turut disaksikan secara daring oleh perwakilan pengguna B50 dari lima provinsi, termasuk sektor pertambangan, pertanian, dan perkeretaapian.
"Jadi ini semakin impor kita berkurang. Meningkatkan nilai tambah industri CPO," tegas Bahlil.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar