iklan periskop
Energi

Blokade AS di Selat Hormuz Kerek Harga Minyak Dunia

Harga minyak Brent dan WTI melonjak ke level tertinggi sebulan terakhir usai AS kembali blokade laut terhadap Iran di Selat Hormuz.

1 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Harga Minyak Dunia Tertekan Kekhawatiran Pasokan, Meski Permintaan AS Masih Kuat
Ilustrasi harga minyak dunia. Foto: Envato
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Harga minyak mentah dunia melonjak ke level tertinggi dalam sebulan terakhir pada perdagangan Selasa (14/7) waktu setempat. Brent naik US$1,43 atau 1,7% ke US$84,73 per barel, sementara WTI menguat US$1,20 atau 1,5% ke US$79,34 per barel.

Lonjakan harga ini dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat kembali menerapkan blokade laut terhadap Iran. Langkah sepihak Washington itu dinilai berpotensi besar mengganggu pasokan minyak mentah global yang melintasi Selat Hormuz.

"Kami akan menyerang mereka malam ini dan menghancurkan seluruh kemampuan mereka yang berkaitan dengan selat itu. Saya pikir pada akhirnya kami akan mengendalikan seluruh wilayah tersebut," kata Presiden AS Donald Trump, ditulis Rabu (15/7)

Pernyataan tersebut disampaikan Trump usai mendeklarasikan Amerika Serikat sebagai penjaga Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak paling strategis di dunia. Deklarasi itu menyusul rencana Washington memberlakukan kembali blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran di sekitar selat tersebut.

Trump turut mengumumkan rencana pungutan sebesar 20% atas seluruh muatan kargo yang melintasi Selat Hormuz. Pengumuman ini langsung memicu lonjakan harga minyak dunia pada perdagangan berikutnya.

Kebijakan tersebut muncul setelah AS sebelumnya menolak rencana Iran mengenakan tarif bagi kapal-kapal yang melintasi selat yang sama. Penolakan itu memperkeruh hubungan kedua negara di jalur pelayaran minyak tersebut.

Sejumlah pakar hingga pejabat tinggi di pemerintahan Trump justru menilai kebijakan pungutan kargo itu bertentangan dengan hukum internasional. Perbedaan pandangan ini muncul di internal pemerintahan AS sendiri.

Kenaikan harga Selasa lalu sekaligus menandai penutupan tertinggi bagi kontrak Brent sejak 12 Juni 2026, dan berlangsung dua hari berturut-turut. Kontrak WTI pun mencatat level tertinggi sejak 15 Juni 2026.

Pelaku pasar kini terus mencermati dampak lanjutan dari blokade Selat Hormuz terhadap stabilitas rantai pasok energi global. Selat ini dikenal sebagai jalur pelayaran minyak paling strategis di dunia, tempat sebagian besar pasokan minyak mentah global melintas menuju berbagai negara tujuan.

Ketegangan di jalur tersebut membuat pasar energi dunia rentan terhadap gejolak harga dalam waktu singkat. Sentimen geopolitik seperti blokade dan ancaman militer selama ini kerap jadi pemicu utama fluktuasi harga minyak global.

"Saya pikir pada akhirnya kami akan mengendalikan seluruh wilayah tersebut," tegas Trump.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Donald Trump, Amerika Serikat (AS), iran, harga minyak dunia, West Texas Intermediate (WTI), dan Brent Crude dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.