periskop.id - Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Silmy Karim akhirnya menyerahkan diri ke Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai diburu oleh penyidik.
Silmy Karim diduga terlibat kasus korupsi pengurusan izin tinggal Warga Negara Asing (WNA).
Kedatangan Silmy ke kantor lembaga antirasuah tersebut terjadi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta pada Rabu (3/6) sekitar pukul 22.30 WIB.
Silmy datang bersama sejumlah ajudannya malam itu. Dia memilih tidak banyak merespons berbagai pertanyaan para wartawan di lokasi.
Silmy kemudian langsung berjalan masuk menuju area lobby. Dia mengisi daftar hadir pada meja resepsionis KPK.
Setelah melengkapi administrasi kedatangan, Silmy berjalan menuju lantai atas. Dia naik ke lantai 2 Gedung KPK masuk ke ruang pemeriksaan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, Silmy Karim bakal langsung menjalani pemeriksaan terkait kasus yang menjeratnya.
“Sudah di gedung KPK dan akan dilakukan pemeriksaan,” kata Budi.
Sebelum menyerahkan diri, KPK terlebih dahulu memburu keberadaan Silmy. Kasus ini mencuat pasca-penangkapan massal oleh tim penindak.
KPK mengamankan belasan orang dalam operasi senyap ini. Sebanyak 17 orang ditangkap, hingga kini mereka masih menjalani pemeriksaan intensif untuk penentuan status hukum.
Pihak yang terjaring operasi penangkapan ini berasal dari internal instansi keimigrasian. Mantan Plt Dirjen Imigrasi Saffar Muhammad Godam menjadi salah satu pihak yang ditangkap.
KPK juga menciduk Kepala Imigrasi Jawa Barat dalam operasi tersebut. Budi memerinci sebaran lokasi penangkapan para pihak yang diamankan.
Dua orang dari pihak swasta ditangkap di wilayah Bali. Kepala Imigrasi Jawa Barat diamankan di daerah Jawa Barat.
Petugas mengamankan sisa target operasi di wilayah ibu kota. Sebanyak 14 orang lainnya ditangkap di Jakarta.
Pihak swasta yang terjaring diduga kuat memiliki peran spesifik. Mereka diduga menjadi perantara pengurusan dokumen keimigrasian para WNA.
Rangkaian operasi pembersihan ini dimulai dari satu titik wilayah. OTT awalnya dilakukan di daerah Jakarta Barat.
KPK mengamankan pejabat struktural wilayah tersebut pada awal operasi. Kepala Imigrasi Jakarta Barat Ronald Aman Abdullah masuk dalam daftar 17 orang yang ditangkap.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar