Periskop.id – Markas Besar TNI memastikan pertemuan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dengan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, tidak berkaitan dengan penanganan kasus maupun isu tertentu yang sedang berkembang.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan, pertemuan kedua pimpinan lembaga keamanan dan pertahanan tersebut merupakan agenda silaturahmi biasa. Pertemuan itu sekaligus menunjukkan hubungan dan koordinasi antara TNI dan Polri tetap berjalan baik.

"Silaturahmi biasa, tidak ada pembahasan spesifik dan tidak ada hubungan dengan isu-isu saat ini," kata Nas seperti dilansir Antara di Jakarta, Senin (13/7).

Keterangan tersebut disampaikan setelah beredar informasi mengenai kedatangan Listyo Sigit ke Markas Besar TNI untuk menemui Agus Subiyanto dan sejumlah pejabat utama TNI.

Berdasarkan informasi yang beredar, pertemuan berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB. Namun, TNI tidak menjelaskan secara terperinci durasi pertemuan maupun agenda yang dibicarakan oleh kedua pimpinan tersebut.

Nas menekankan pertemuan itu lebih mencerminkan upaya menjaga hubungan kelembagaan, komunikasi, serta kerja sama antara TNI dan Polri.

"Tidak ada pembahasan, yang pasti menunjukkan soliditas TNI Polri," katanya singkat.

Pertemuan Disebut Tak Terkait Isu Terkini

Pernyataan Mabes TNI sekaligus membantah spekulasi bahwa pertemuan Agus dan Listyo digelar untuk membicarakan perkara atau perkembangan tertentu.

TNI menegaskan tidak terdapat pembahasan khusus yang dapat dikaitkan dengan isu yang sedang menjadi perhatian publik. Meski demikian, Nas juga tidak membeberkan apakah pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan atau rencana kerja sama baru.

Pertemuan antara pimpinan TNI dan Polri bukan hal yang tidak biasa. Kedua lembaga memiliki sejumlah bidang tugas yang membutuhkan koordinasi, mulai dari pengamanan kegiatan nasional, penanganan konflik sosial, bantuan pengamanan, penanggulangan bencana, hingga penegakan disiplin terhadap personel masing-masing.

Dalam struktur ketatanegaraan, TNI dan Polri memiliki fungsi yang berbeda. TNI menjalankan tugas pertahanan negara, sedangkan Polri bertanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menegakkan hukum.

Meski memiliki kewenangan berbeda, kolaborasi kedua lembaga diperlukan dalam menghadapi situasi yang menyangkut pertahanan dan keamanan secara bersamaan.

Soliditas TNI-Polri Kerap Ditekankan

Komitmen menjaga hubungan TNI dan Polri sebelumnya juga disampaikan dalam Rapat Pimpinan TNI-Polri 2024 di Mabes TNI, Cilangkap.

Dalam acara tersebut, Listyo mengatakan, kedua institusi siap menjalankan arahan pemerintah untuk menjaga stabilitas, demokrasi, dan kerukunan masyarakat.

“Kami TNI-Polri siap menindaklanjuti petunjuk dan arahan Presiden untuk menjaga proses demokrasi dan kerukunan serta kebersamaan masyarakat,” kata Listyo dalam Rapim TNI-Polri di Jakarta, Rabu (28/2/2024).

Ia juga menyatakan sinergi kedua institusi harus dijaga dari tingkat pimpinan sampai personel yang bertugas di lapangan.

“Dan kami berjanji TNI-Polri akan terus meningkatkan sinergitas, soliditas, dan integritas kesatuan dari tingkat pimpinan hingga pelaksana di lapangan,” ujarnya menekankan.

Koordinasi kedua lembaga juga dilakukan dalam bidang penegakan disiplin internal. Panglima TNI Agus Subiyanto sebelumnya meminta Pusat Polisi Militer TNI dan Divisi Profesi dan Pengamanan Polri memperkuat mekanisme kerja sama dalam menangani pelanggaran hukum yang melibatkan personel kedua institusi.

"Untuk itu, lakukan evaluasi terhadap sistem dan mekanisme hubungan kerja Polisi Militer (POM) TNI dan Propam Polri beserta seluruh jajarannya terkait penyelenggaraan penegakan disiplin, hukum dan tata tertib termasuk sumber daya manusianya," kata Agus dalam amanat yang dibacakan pada Rakornis Gabungan Puspom TNI dan Propam Polri di Jakarta, Kamis (2/5/2024).

Agus juga meminta forum koordinasi tersebut digunakan untuk memperkuat komunikasi dan menyamakan pemahaman antarlembaga.

"Selanjutnya, saya berpesan kepada seluruh peserta rakornis untuk dapat memanfaatkan forum rakornis ini untuk menguatkan jaringan komunikasi yang harmonis guna menyamakan persepsi dan memantapkan soliditas serta profesionalitas jajaran kepolisian militer," kata Agus dalam amanatnya yang dibacakan Danpuspom TNI.

Komunikasi Diperlukan untuk Cegah Gesekan

Koordinasi antara TNI dan Polri tidak hanya dilakukan pada tingkat pimpinan. Puspom TNI dan Propam Polri secara berkala menggelar rapat teknis untuk mengevaluasi penanganan pelanggaran disiplin, mencegah konflik antaranggota, serta membangun prosedur penyelesaian persoalan secara terkoordinasi.

Rakornis gabungan pada 2024, misalnya, diikuti 143 personel TNI dan Polri. Sejumlah materi yang dibahas meliputi pencegahan konflik antara prajurit dan polisi, penyalahgunaan pelat nomor kendaraan dinas, pelacakan aset, pengawasan kepabeanan, serta penegakan hukum di bidang perpajakan.

Hubungan kedua lembaga juga pernah ditegaskan Listyo saat melakukan kunjungan silaturahmi kepada jajaran TNI setelah dirinya dilantik sebagai Kapolri pada 2021.

"Kita akan melanjutkan soliditas TNI-Polri yang sudah terjalin dengan baik," tuturnya.

Dengan latar belakang tersebut, pertemuan Agus dan Listyo di Mabes TNI dapat dipahami sebagai bagian dari komunikasi rutin pada tingkat pimpinan. Mabes TNI menegaskan pertemuan itu tidak berkaitan dengan kasus tertentu dan tidak membahas secara khusus isu yang sedang berkembang.