periskop.id – Presiden RI Prabowo Subianto mengevaluasi secara ketat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah Indonesia.

 

Advertisement

Langkah strategis itu ditempuh guna memastikan kualitas serta standarisasi asupan nutrisi para siswa berjalan sesuai rencana pemerintah.

 

Prabowo menaruh perhatian besar pada detail pembagian porsi lauk pauk di lapangan. Aturan ketat kini diberlakukan pada batas maksimal pemotongan hewan unggas untuk konsumsi anak-anak.

 

Kata Prabowo, Satu ekor ayam maksimal hanya boleh dibagi menjadi 14 potong daging. Kebijakan ini dibuat agar anak-anak sekolah mendapatkan asupan protein yang layak dan padat.

 

"Jangan dipotong terlalu kecil, seperti dipotong 18 atau 22. Kasihan anak-anak kita jika mendapatkan porsi yang terlalu kecil. Jika ada yang memotong lebih dari 14, itu dosa," ujar Prabowo, Rabu (3/6).

 

Prabowo menilai pemotongan bagian ayam yang terlalu banyak bakal merugikan para siswa penerima manfaat.

 

Sebab, menurutnya, pemerintah berkomitmen menjaga pemenuhan gizi ini tanpa ada pengurangan kuantitas yang masif.

 

Selain masalah unggas, mantan Menteri Pertahanan ini juga memberikan instruksi khusus mengenai hidangan berbahan dasar telur.

 

Dia mengontrol ketat pengolahan komoditas tersebut agar tidak terjadi manipulasi volume makanan.

 

Prabowo menginstruksikan para penyedia masakan menyajikan telur secara utuh kepada seluruh anak. Opsi hidangan yang diperbolehkan dalam program ini hanyalah telur rebus atau telur ceplok.

 

Instruksi tersebut otomatis melarang pembuatan menu telur dadar maupun telur orek di dapur produksi. Kebijakan diambil berdasarkan potensi kecurangan pada proses pengolahan masakan.

 

Pengolahan telur dadar atau orek dinilai rawan diakali oleh pihak penyedia makanan yang nakal. Campuran bahan lain berisiko menurunkan kadar nilai gizi asli yang dibutuhkan tubuh anak.

 

"Jangan dibuat telur dadar atau telur orek, karena rawan dicampur tepung agar terlihat besar padahal kandungan telurnya sedikit," katanya.

 

Melalui evaluasi mendalam ini, kontrol kualitas masakan kini diperketat dari hulu hingga ke hilir. Pengawasan berkala terus berjalan demi mencegah penyusutan nutrisi akibat praktik kecurangan.