Periskop.id - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menyatakan kesiapan penuh untuk menerapkan kebijakan pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 bagi pedagang yang berjualan melalui marketplace, yang direncanakan mulai berlaku pada 1 Juli 2026.
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Inge Diana Rismawanti, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan sejumlah platform marketplace sejak beberapa bulan terakhir guna memastikan implementasi kebijakan tersebut berjalan lancar.
"Kalau kesiapan bahwa kami ngobrol sama mereka (marketplace) itu terus kita lakukan, lagi intense mulai bulan lalu," kata Inge dalam media briefing, Jakarta, Selasa (30/6).
Inge menyebutkan, DJP telah menyiapkan seluruh infrastruktur dan sistem teknologi informasi yang diperlukan untuk terhubung dengan sistem milik para marketplace yang nantinya ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22.
"Dari kami (DJP) persiapan secara sistem di DJP sudah siap menerima untuk disambungkan dengan sistemnya para Marketplace, kita sudah siap," jelas Inge.
Menurut Inge, implementasi kebijakan pada 1 Juli 2026 masih menunggu keputusan final pemerintah. Apabila tidak terdapat perubahan kebijakan, maka Keputusan Direktur Jenderal Pajak (KepDirjen) terkait penunjukan marketplace sebagai pemungut pajak akan diterbitkan pada Selasa (1/7).
"Jadi kan kita masih menunggu nih hari ini, begitu ternyata gong betul bahwa besok akan diberlakukan, bahwa besok pun kita akan sampaikan apakah memang KEP dirjen-nya sudah ada atau tidak, ya semua besok kita sampaikan, " terangnya.
Meski demikian, Inge memastikan pihaknya telah siap dari sisi regulasi, sistem, maupun koordinasi dengan pelaku industri. Namun, ia belum bersedia mengungkapkan jumlah maupun nama marketplace yang akan ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22.
Tapi kalau soal kesiapan, kami siap mulai dari pembicaraan dengan marketplace, semua sarana prasarana di DJP sudah siap semuanya. Sudah ada (e-commerce), besok aja lah besok kita lihat, kita tidak tahu nih hari ini apa yang terjadi," tutup Inge.
Tinggalkan Komentar
Komentar