periskop.id - Banyak pengguna ganja mengaku mengalami perubahan unik pada pola mimpi mereka. Sebagian mengatakan mereka hampir tidak pernah bermimpi ketika rutin mengonsumsi ganja. Sebaliknya, setelah berhenti menggunakan zat tersebut, mereka justru mengalami mimpi yang terasa sangat nyata, panjang, bahkan terkadang mengganggu.
Fenomena ini bukan sekadar sugesti. Para peneliti tidur telah lama mengamati bahwa kandungan utama ganja, yakni tetrahydrocannabinol (THC), memang memiliki hubungan erat dengan cara otak mengatur tidur dan mimpi.
Berbagai studi menunjukkan bahwa THC dapat mengubah struktur tidur manusia, terutama pada fase yang paling sering dikaitkan dengan aktivitas bermimpi.
Mengutip Popular Science, tidur manusia terbagi ke dalam beberapa tahap yang terus berulang sepanjang malam. Salah satu tahap yang paling penting adalah Rapid Eye Movement (REM), yaitu fase ketika aktivitas otak meningkat dan sebagian besar mimpi yang kompleks serta emosional muncul.
Pada fase inilah seseorang biasanya mengalami alur mimpi yang jelas, penuh cerita, dan mudah diingat setelah bangun. Karena itu, perubahan durasi atau kualitas tidur REM akan sangat memengaruhi pengalaman bermimpi seseorang.
THC Menekan Aktivitas Tidur REM
Penelitian menunjukkan bahwa THC cenderung mengurangi waktu yang dihabiskan tubuh dalam fase REM. Akibatnya, peluang seseorang mengalami mimpi yang intens atau mengingat mimpi setelah bangun menjadi lebih kecil.
Banyak pengguna ganja jangka panjang kemudian merasa seolah-olah mereka tidak pernah lagi bermimpi. Padahal, otak tetap menjalani siklus tidur, hanya saja waktu yang tersedia untuk fase REM berkurang dibanding kondisi normal.
Selain itu, THC juga dikenal memiliki efek sedatif yang dapat membantu sebagian orang lebih cepat tertidur. Namun, sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa rasa mengantuk tersebut tidak selalu berarti kualitas tidur menjadi lebih baik secara keseluruhan.
Beberapa studi justru menemukan adanya perubahan arsitektur tidur yang cukup kompleks pada pengguna rutin ganja.
Mengapa Mimpi Menjadi Sangat Intens Saat Berhenti Menggunakan Ganja?
Fenomena paling menarik terjadi ketika seseorang menghentikan konsumsi ganja setelah penggunaan rutin dalam jangka waktu lama.
Saat THC tidak lagi masuk ke tubuh, otak berusaha mengembalikan keseimbangan siklus tidurnya. Proses ini memicu kondisi yang dikenal sebagai REM rebound, yaitu peningkatan aktivitas REM secara signifikan sebagai bentuk “kompensasi” atas berkurangnya fase tersebut selama masa penggunaan ganja.
Akibatnya, seseorang bisa mengalami mimpi yang jauh lebih jelas, emosional, aneh, bahkan menyerupai mimpi buruk. Kondisi ini biasanya muncul beberapa hari setelah berhenti menggunakan ganja dan dapat berlangsung selama beberapa minggu sebelum pola tidur kembali stabil.
Mimpi Tidak Hilang, Hanya Berubah
Dalam wawancaranya dengan Popular Science, peneliti tidur dari Harvard University, Deirdre Barrett, menjelaskan bahwa mimpi merupakan bentuk aktivitas berpikir yang berbeda dari kesadaran saat terjaga.
Ia mengatakan:
“Nilai dari bermimpi terletak pada perbedaannya. Bermimpi adalah mode berpikir yang berbeda, yang melengkapi dan memperkaya cara kita berpikir saat terjaga.”
Sementara itu, peneliti tidur dari Furman University, Erin Wamsley, menegaskan bahwa hampir semua orang sebenarnya bermimpi setiap malam.
Menurutnya:
“Dalam kondisi tidur, ketika semua orang diminta langsung mengingat mimpinya, sebagian besar orang mampu mengingat setidaknya satu mimpi dalam semalam.”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa berkurangnya ingatan terhadap mimpi tidak selalu berarti mimpi benar-benar hilang.
Para ilmuwan meyakini efek ganja terhadap mimpi berhubungan dengan sistem endocannabinoid, yaitu jaringan reseptor di dalam tubuh yang membantu mengatur berbagai fungsi biologis, termasuk suasana hati, nafsu makan, rasa sakit, serta siklus tidur-bangun.
THC bekerja dengan menempel pada reseptor CB1 yang banyak ditemukan di otak. Aktivasi reseptor inilah yang kemudian memengaruhi mekanisme biologis yang mengatur fase REM dan aktivitas bermimpi. Ketika THC dihentikan, sistem tersebut kembali beradaptasi sehingga muncul lonjakan aktivitas REM.
Masih Banyak Misteri tentang Mimpi
Meski hubungan antara THC dan tidur REM semakin dipahami, para ilmuwan masih belum sepenuhnya sepakat mengenai fungsi utama mimpi itu sendiri.
Sebagian teori menyebut mimpi membantu konsolidasi memori, sementara teori lain menyatakan mimpi berperan dalam pemrosesan emosi dan simulasi berbagai situasi kehidupan. Ada pula pandangan bahwa mimpi menjadi ruang kreatif bagi otak untuk memecahkan masalah yang sulit diselesaikan saat sadar.
Karena itu, perubahan pola mimpi akibat penggunaan ganja bukan hanya persoalan tidur semata, melainkan juga berkaitan dengan berbagai proses kognitif yang masih terus diteliti hingga saat ini.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar