Periskop.id — Federasi Futsal Indonesia atau FFI belum mau berspekulasi soal kabar Indonesia masuk dalam daftar calon tuan rumah Piala Dunia Futsal FIFA 2028. FFI menegaskan masih menunggu pernyataan resmi dari FIFA sebelum mengambil langkah lanjutan dalam proses pencalonan tersebut.

Ketua Umum FFI Michael Sianipar mengatakan, hingga saat ini belum ada informasi resmi dari FIFA mengenai status Indonesia dalam persaingan menjadi tuan rumah turnamen futsal terbesar dunia itu. Pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons informasi yang beredar di media sosial soal pencalonan tuan rumah Piala Dunia Futsal FIFA 2028.

"Informasi resmi (dari FIFA) belum ada. Kami masih menunggu," kata Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia Michael Sianipar ketika dihubungi di Jakarta, Kamis (9/7), menanggapi informasi yang muncul di media sosial yang menyebutkan Indonesia masuk dalam persaingan tuan rumah Piala Dunia Futsal FIFA 2028.

Michael menjelaskan, FFI memang sudah menyampaikan ketertarikan Indonesia kepada FIFA untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028. Namun, setelah penyampaian minat tersebut, FFI belum menerima pengumuman resmi maupun arahan lanjutan dari FIFA terkait proses bidding.

"Jadi kami masih menunggu keputusan dari FIFA seperti apa," serunya. 

Piala Dunia Futsal FIFA 2028 sendiri sudah memiliki jadwal resmi. FIFA menetapkan turnamen tersebut berlangsung pada 7 sampai 29 Oktober 2028. Jadwal itu ditetapkan setelah Dewan FIFA menyetujui kalender pertandingan futsal internasional untuk periode 2025-2028.

Peluang Indonesia jadi Tuan Rumah

Meski tuan rumah belum diumumkan secara resmi, peluang Indonesia mulai menjadi pembicaraan setelah keberhasilan menyelenggarakan Piala Asia Futsal 2026 di Jakarta. Turnamen tersebut berlangsung pada 27 Januari hingga 7 Februari 2026 dan membuat Indonesia mendapat sorotan besar karena tidak hanya sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga mampu menembus final untuk pertama kalinya.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir sebelumnya menyatakan, pemerintah melihat peluang untuk mengajukan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028. Menurut dia, penyelenggaraan Piala Asia Futsal 2026 mendapat apresiasi dari Konfederasi Sepak Bola Asia atau AFC.

“AFC mengapresiasi, mereka sampaikan ini final terbaik yang mereka lihat, tak hanya secara kompetisi, tetapi juga dari awal kejuaraan ini berjalan. AFC sangat mengapresiasi penonton ramai semua, mereka sampaikan ini yang terbaik,” kata Erick.

Dalam final Piala Asia Futsal 2026, Indonesia kalah dari Iran melalui adu penalti. Pertandingan berjalan dramatis karena kedua tim bermain imbang 5-5 hingga waktu normal dan babak tambahan berakhir, sebelum Iran menang 5-4 dalam adu penalti. Hasil tersebut membuat Indonesia menjadi runner-up, pencapaian terbaik sepanjang keikutsertaan Indonesia di Piala Asia Futsal.

Keberhasilan itu menjadi salah satu modal Indonesia untuk menaikkan posisi tawar di hadapan FIFA. Indonesia bukan hanya menunjukkan kemampuan menyelenggarakan turnamen kontinental, tetapi juga membuktikan perkembangan prestasi tim nasional futsal di level Asia.

Data FIFA juga menunjukkan posisi Indonesia di futsal dunia meningkat tajam. Dalam pembaruan peringkat futsal FIFA pada Mei 2026, Indonesia naik 10 peringkat ke posisi 14 dunia setelah menjadi finalis Asia. FIFA mencatat Brasil masih berada di posisi teratas, diikuti Portugal, Spanyol, Argentina, dan Iran.

Kenaikan peringkat ini penting karena memperkuat narasi, futsal Indonesia sedang berada dalam momentum positif. Sebelumnya, FIFA meluncurkan peringkat dunia futsal resmi pada Mei 2024 dengan sistem Elo-rating, yakni sistem yang menambah atau mengurangi poin berdasarkan hasil pertandingan serta kekuatan lawan.

Dorongan agar Indonesia mengincar Piala Dunia Futsal 2028 juga pernah disampaikan Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Dalam Kongres Biasa FFI 2026, Erick mengungkapkan komunikasi dengan FIFA sudah dilakukan saat menghadiri Kongres FIFA ke-76 di Vancouver, Kanada, pada 30 April 2026. Namun, ia juga menegaskan keputusan tetap berada di tangan FIFA.

"Ya kemarin sudah disampaikan, nanti tentu FIFA yang mutusin," kata Erick.

Pada kesempatan yang sama, Erick mengingatkan FFI untuk terus menaikkan standar organisasi dan penyelenggaraan. Jika Indonesia benar-benar dipercaya menjadi tuan rumah, persiapan tidak hanya menyangkut arena pertandingan, tetapi juga manajemen event, fasilitas tim, keamanan, layanan penonton, transportasi, promosi, dan standar teknis FIFA.

Michael Sianipar juga menyebut menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal adalah impian bersama. Jika Indonesia belum terpilih untuk edisi 2028, ia berharap peluang itu tetap dikejar untuk edisi berikutnya.

"Kita berharap (karena) sudah pernah tuan rumah Piala Asia, berikutnya bisa mengincar Piala Dunia juga," kata Michael.

Ambisi menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028 juga tidak bisa dilepaskan dari sejarah penyelenggaraan edisi sebelumnya. Piala Dunia Futsal 2024 digelar di Uzbekistan dan dimenangi Brasil setelah mengalahkan Argentina 2-1 di final. Gelar itu menjadi trofi keenam Brasil di Piala Dunia Futsal, sekaligus mempertegas posisi turnamen ini sebagai panggung elite futsal dunia.

Bagi Indonesia, menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal akan menjadi langkah besar setelah sebelumnya sukses menjadi tuan rumah Piala Asia Futsal 2026. Turnamen dunia tersebut dapat memberi dampak luas, mulai dari promosi olahraga futsal, peningkatan kualitas kompetisi domestik, pengembangan infrastruktur, hingga peluang ekonomi dari pariwisata olahraga.

Namun, status pencalonan tetap harus menunggu mekanisme resmi FIFA. Karena itu, sikap FFI yang tidak ingin mendahului keputusan FIFA menjadi penting agar komunikasi publik tetap hati-hati. Informasi yang beredar di media sosial belum dapat dijadikan dasar bahwa Indonesia sudah masuk daftar final kandidat tuan rumah.

Dengan modal prestasi tim nasional, pengalaman menyelenggarakan Piala Asia Futsal, dukungan pemerintah, serta antusiasme penonton, Indonesia memiliki sejumlah faktor pendukung. Tantangan berikutnya adalah memastikan standar penyelenggaraan benar-benar sesuai ekspektasi FIFA.

Jika FIFA akhirnya membuka jalan bagi Indonesia, Piala Dunia Futsal 2028 bisa menjadi momentum besar bagi futsal nasional. Namun, untuk saat ini, posisi resmi FFI jelas: Indonesia sudah menunjukkan minat, tetapi keputusan akhir tetap menunggu pernyataan FIFA.