Periskop.id - Tim nasional Spanyol sukses mengamankan tiket pertama ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Belgia dengan skor ketat 2-1.

Laga perempat final yang berlangsung di SoFi Stadium, Los Angeles, Amerika Serikat pada Sabtu (11/7) dini hari WIB ini menyajikan drama taktis tingkat tinggi hingga menit-menit akhir.

Pemain pengganti Mikel Merino kembali menjadi juru selamat skuad La Roja lewat gol penentunya di penghujung babak kedua.

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, melakukan kejutan taktis dengan memasang Fabián Ruiz sejak menit pertama di lini tengah. Keputusan ini terbukti jitu.

Pada menit ke-29, Ruiz sukses memecah kebuntuan. Berawal dari penetrasi Lamine Yamal di sisi kanan yang mengirim umpan ke Pedro Porro, bola diteruskan ke Dani Olmo yang langsung melepaskan tembakan.

Kiper Belgia, Thibaut Courtois, sempat menepis bola, namun Fabián Ruiz dengan cepat menyambar bola muntah tersebut untuk mengubah skor menjadi 1-0.

Belgia yang dimotori oleh Kevin De Bruyne tidak tinggal diam. Jelang turun minum, tepatnya pada menit ke-40, The Red Devils berhasil menyamakan kedudukan.

Umpan matang dari Timothy Castagne berhasil disundul dengan sempurna oleh Charles De Ketelaere yang lolos dari kawalan Pau Cubarsí. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, intensitas permainan tidak menurun. Pertandingan berbalik arah bagi Belgia pada menit ke-71 ketika penjaga gawang andalan mereka, Thibaut Courtois, harus ditarik keluar lapangan karena cedera otot paha. Posisinya kemudian digantikan oleh kiper cadangan Senne Lammens.

Kehilangan Courtois di bawah mistar gawang menjadi celah yang berhasil dimanfaatkan Spanyol. Pada menit ke-87, Pau Cubarsí melepaskan tendangan jarak jauh yang gagal diantisipasi dengan sempurna oleh Lammens.

Bola liar di dalam kotak penalti langsung disambar oleh Mikel Merino. Gol tersebut tercipta hanya dua menit setelah Merino menginjakkan kaki di lapangan sebagai pemain pengganti!

Dengan hasil ini, Spanyol berhak melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2026, sementara Belgia harus kembali mengubur impian mereka untuk mengangkat trofi paling bergengsi di dunia.